“ MANA RAY ?” Hardik Rio pada bi Okky .
“ Aa , anuu , anuu ...........”
“ MANA DIA ?”
“ Dia di belakang , sama Deva !” Sahut Alvin yang datang dengan membawa cangkir berisi jus jeruk di tangan kanannya .
“ Panggil dia !” Perintah Rio pada bi Okky . Pembantu itupun mengangguk dan segera mencari Ray dihalaman belakang sesuai petunjuk Alvin .
“ Ada apa lagi sama Ray ?” Tanya Cakka tiba-tiba . Namun Rio tak menjawab . Dia malah duduk dengan santai sambil meminum jus jeruk Alvin .
“ Berita penting ! Kejadian langka !” Ujar Gabriel lalu duduk di dekat Alvin . Tak lama kemudian , Ray dan Deva pun datang .
“ Apa ?” Tanya Muhammad Raynald Prasetya alias Ray . Adik dari seorang Mario yang sama jutek dan angkuhnya dengan Rio .
“ Sit down !” Perintah Rio . Ray pun menurut saja .
“ Tinggalkan gue berdua sama Ray !” Ujar Rio dingin .
“ Dev , ikut gue !” Ajak Alvin pada adiknya ini . Deva mengikuti Alvin ke arah taman belakang .
“ Ka , mending kita ke kamar gue !” Ujar Gabriel .
Mereka pun satu persatu meninggalkan Rio dan Ray .
Kini Rio dan Ray berada berdua saja di ruang keluarga .
“ Ada apa ?” Tanya Ray to the point .
“ Kenapa loe nggak ngasih tau ke gue ?” Tanya Rio
“ Masalah apa ?”
“ Masalah cewek yang bakalan datang ke Jakarta dan tinggal di rumah kita !”
“ Oh , cewek itu . Ada masalah sama loe , kak Rio ?”
“ RAY ! Ini masalah bagi gue .” Ujar Rio mulai emosi
“ Santai kakak bro ! Gue baru ingat ! Nggak usah loe terlalu mikirin hal itu .”
” RAY !”
“ Gue capek , mau istirahat . Besok jemput dia di Bandara jam 2 !” Pesan Ray kemudian meninggalkan Rio sendiri .
“ Aaarrggghhh ...........”
»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»
“ Kak , kamar loe berantakan banget !” Ujar Deva yang tiba-tiba nyelonong masuk kedalam kamar Alvin .
“ Siapa yang nyuruh loe masuk ?” Tanya Alvin
“ Emang ada tulisan diluar kalo gue nggak boleh masuk ?”
“ Mau apa loe kesini ?” Tanya Alvin
“ Gue cuman mau nganterin ini jas buat lo !” Deva menyerahkan jas berwarna hitam yang didadanya berlambangkan bintang dengan bertuliskan GRACDR !!
“ Jas baru buat kita pakai besok ! Gue sama Ray pakai jas cokelat . Loe , kak Iel sama Cakka warna hitam . Dan Rio warna putih !”
“ Party ?” Tanya Alvin
“ Penyambutan anak oom Umari yang bakalan tinggal ditempat kita !”
“ Hah ?”
“ Ini jas loe ! Jangan banyak tanya ! Gue udah enek lama-lama dikamar berantakan loe !” Deva pun keluar dari kamar Alvin .
“ Adik durhaka loe , suka banget mengkritik !”
»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»
“ Permisi !” Panggil Cakka . Sekarang ia dan Gabriel berada di depan toko bunga .
“ Iyaa .” Sahut seorang wanita yang seumuran dengan Deva dan Ray .
“ Kita kesini mau pesan bunga ! Bunga mawar merah dan putih .” Ujar Gabriel
“ Mau berapa ?”
“ 1000 bunga mawar merah dan 1000 bunga mawar putih . Besok anak buah saya akan mengambil tepat jam 1 ” ujar Cakka .
“ Ini kartu nama saya !” Gabriel menyerahkan kartu namanya .
“ Mohon bantuannya ...........”
“ Acha . Saya Acha .” Ujar gadis itu .
“ Baik , tepat jam 1 anak buah saya akan datang ! Permisi !” Pamit Gabriel .
»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»
“ Take care of yourself there . Keep your health . Don't be naughty darling . If it were up to , call mom . Okay ” pesan seorang ibu pada anaknya .
” I Will certainly miss you so much my brothers and sisters !” Ujar seorang kakak pada adiknya .
“ Take care of your sister fine ” pesan sang ayah .
“ Ma , pa , kak , kami berangkat !” Pamit sang wanita .
” Miss you ” ujar sang adik sembari mengikuti langkah kaki kakaknya yang sudah hendak naik kedalam pesawat .
»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»
“ Semua sudah siap ?” Tanya Rio .
Gabriel , Alvin , Cakka , Ray , Deva , bi Okky dan para pelayan serta para bodyguard sudah berada di bandara .
Tak lama kemudian , sebuah pesawat turun dan pintu terbuka .
Muncullah seorang wanita cantik dengan dress putihnya di ikuti sang adik dari belakang yang berpakaian cokelat . Lambang baju kakak adik ini adalah UMA !!
Semua mata terpana melihat sang wanita termasuk Rio , Cakka , Gabriel , dan Alvin .
“ Bawa koper mereka !” Perintah Rio pada bodyguardnya . Para bodyguard itu langsung mengambil koper-koper kakak adik ini .
Rio menaiki anak tangga satu persatu dan tepat di depan sang gadis , Rio mengulurkan tangannya . Sang gadis itu pun menerima uluran tangan Rio . Mereka turun berdua layaknya pasangan .
Di perjalanan , Rio semobil dengan gadis itu . Sedangkan adik sang wanita semobil dengan Ray dan Deva . Gabriel , Alvin , dan Cakka juga semobil .
»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»
“ What's your name ?” Tanya Rio di mobil
“ Alyssa Saufika Umari . You can call me Ify .”
“ Can you speak Indonesian ?” Tanya Rio . Ify , si gadis , hanya mengangguk .
“ Jakarta nggak berubah !” Ujar Ify . Rio kemudian menatap Ify .
“ Maksud loe ?” Tanya Rio
“ Ya , tetap begini-begini aja .” Jawab Ify simple .
“ Ngomong-ngomong , gue bakalan sekolah dimana ?” Tanya Ify .
“ Di International High School . Sekolahan yang didirikan sama papa gue , papa Alvin , papa Gabriel , papa Cakka , dan ...........”
“ Papa gue !” Sambung Ify .
“ Nggak usah bersikap baik sama gue tuan Mario .” Ujar Ify tanpa mengalihkan pandangannya .
“ Gue tau , loe menolak dengan keputusan ini . Dan gue juga sama . Loe terpaksa ngejemput gue karena desakan orang tua loe bukan ?” Tanya Ify . Rio menatap Ify dan tersenyum sinis .
“ Pinter juga loe !” Ujar Rio . Ify hanya membalas dengan senyuman kecutnya .
Kemudian hening , tak ada lagi suara dari mereka . Ify menatap keluar jendela , begitu pula dengan Rio .
»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»
“ Siapa nama loe ?” Tanya Ray .
“ Ahmad Fauzi Adriansyah . Call me , OZY !!” Ujar Ozy , adik Ify .
“ Ngapain sih loe ikutan ke Indonesia ?” Tanya Deva .
“ Bukan urusan loe berdua !” Jawab Ozy singkat .
“ Nggak usah nyolot dong !” Ujar Ray yang kepancing emosi .
“ Siapa yang nyolot ya ? Perasaan gue biasa aja !” Ujar Ozy santai .
“ Udah Ray !” Perintah Deva .
“ Kenalin , nama Gue Deva Ekada Sindhunata .” Ujar Deva .
“ Dan gue , Muhammad Raynald Prasetya ”
“ Deva dan Ray . Oke !” Ujar Ozy .
“ Sekarang gue tanya baik-baik deh . Kenapa loe ikut ke Indonesia juga ?” Tanya Deva
“ Gue sayang kakak gue . Dan gue nggak akan pernah biarin dia sendirian .” Jawab Ozy .
“ Besok loe ikut kita berdua ya !” Ujar Ray
“ Kemana ?”
“ Junior High School . Sekolahan gue sama Deva . Baju seragam loe sudah di sediakan di kamar !” Ujar Ray .
“ Terserah loe deh !” Jawab Ozy .
»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»
” Haha , iya . Tuh anak emang sarap !”
” Hahahahaaaa .........”
Cakka , Gabriel , dan Alvin bercanda di jalan . Tanpa mereka sadar , ada seorang wanita yang hendak menyebrang .
“ Vin , awaass !!” Teriak Cakka . Alvin panik dan mengerem mobilnya secara mendadak .
“ Aaaaaaaaaaaaaaaaa ” teriak sang wanita . Jualan yang ia bawa terhambur di tanah .
“ Vin , sebaiknya loe urus deh tu cewek !” Ujar Cakka . Dengan ogah-ogahan Alvin keluar dari mobilnya .
“ Heh , kalo jalan pake mata dong !” Gertak Alvin .
“ Eh , loe yang seharusnya bawa mobil nggak ngebut . Emang ini jalan nenek moyang loe ?” Nyolot sang cewek .
“ Gara-gara loe , jualan gue jadi berantakan !” Lanjut sang wanita . Alvin menatap jalanan dan melihat gorengan-gorengan yang sudah tergeletak di tanah .
“ Hah ? Gorengan begini semut aja nggak doyan !” Remeh Alvin . Alvin mengeluarkan dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang 100rb kemudian menyerahkan kepada sang wanita itu . Wanita itu hanya cengo .
“ Ini uang buat loe ! Gorengan begini mah kecil !” Ujar Alvin dengan tawa sinis .
Sang wanita marah dan melempar uang itu ke muka Alvin .
“ Biar gue cuman penjual gorengan , gue masih punya harga diri . Gue nggak sudi nerima uang dari orang sok seperti loe !” Ujar sang wanita kemudian meninggalkan Alvin . Sedangkan Cakka dan Gabriel cengo dari dalam mobil .
«««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««
Lanjutannya mana kak
BalasHapuspart dua.a mana kak...
BalasHapusq pnsaran