Kamis, 16 Juni 2011

♥ TRUE LOVE ♥ PART 1 ♥

“ MANA RAY ?” Hardik Rio pada bi Okky .

“ Aa , anuu , anuu ...........”

“ MANA DIA ?”

“ Dia di belakang , sama Deva !” Sahut Alvin yang datang dengan membawa cangkir berisi jus jeruk di tangan kanannya .

“ Panggil dia !” Perintah Rio pada bi Okky . Pembantu itupun mengangguk dan segera mencari Ray dihalaman belakang sesuai petunjuk Alvin .

“ Ada apa lagi sama Ray ?” Tanya Cakka tiba-tiba . Namun Rio tak menjawab . Dia malah duduk dengan santai sambil meminum jus jeruk Alvin .

“ Berita penting ! Kejadian langka !” Ujar Gabriel lalu duduk di dekat Alvin . Tak lama kemudian , Ray dan Deva pun datang .

“ Apa ?” Tanya Muhammad Raynald Prasetya alias Ray . Adik dari seorang Mario yang sama jutek dan angkuhnya dengan Rio .

“ Sit down !” Perintah Rio . Ray pun menurut saja .

“ Tinggalkan gue berdua sama Ray !” Ujar Rio dingin .

“ Dev , ikut gue !” Ajak Alvin pada adiknya ini . Deva mengikuti Alvin ke arah taman belakang .

“ Ka , mending kita ke kamar gue !” Ujar Gabriel .

Mereka pun satu persatu meninggalkan Rio dan Ray .

Kini Rio dan Ray berada berdua saja di ruang keluarga .

“ Ada apa ?” Tanya Ray to the point .

“ Kenapa loe nggak ngasih tau ke gue ?” Tanya Rio

“ Masalah apa ?”

“ Masalah cewek yang bakalan datang ke Jakarta dan tinggal di rumah kita !”

“ Oh , cewek itu . Ada masalah sama loe , kak Rio ?”

“ RAY ! Ini masalah bagi gue .” Ujar Rio mulai emosi

“ Santai kakak bro ! Gue baru ingat ! Nggak usah loe terlalu mikirin hal itu .”

” RAY !”

“ Gue capek , mau istirahat . Besok jemput dia di Bandara jam 2 !” Pesan Ray kemudian meninggalkan Rio sendiri .

“ Aaarrggghhh ...........”


»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»


“ Kak , kamar loe berantakan banget !” Ujar Deva yang tiba-tiba nyelonong masuk kedalam kamar Alvin .

“ Siapa yang nyuruh loe masuk ?” Tanya Alvin

“ Emang ada tulisan diluar kalo gue nggak boleh masuk ?”

“ Mau apa loe kesini ?” Tanya Alvin

“ Gue cuman mau nganterin ini jas buat lo !” Deva menyerahkan jas berwarna hitam yang didadanya berlambangkan bintang dengan bertuliskan GRACDR !!

“ Jas baru buat kita pakai besok ! Gue sama Ray pakai jas cokelat . Loe , kak Iel sama Cakka warna hitam . Dan Rio warna putih !”

“ Party ?” Tanya Alvin

“ Penyambutan anak oom Umari yang bakalan tinggal ditempat kita !”

“ Hah ?”

“ Ini jas loe ! Jangan banyak tanya ! Gue udah enek lama-lama dikamar berantakan loe !” Deva pun keluar dari kamar Alvin .

“ Adik durhaka loe , suka banget mengkritik !”


»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»


“ Permisi !” Panggil Cakka . Sekarang ia dan Gabriel berada di depan toko bunga .

“ Iyaa .” Sahut seorang wanita yang seumuran dengan Deva dan Ray .

“ Kita kesini mau pesan bunga ! Bunga mawar merah dan putih .” Ujar Gabriel

“ Mau berapa ?”

“ 1000 bunga mawar merah dan 1000 bunga mawar putih . Besok anak buah saya akan mengambil tepat jam 1 ” ujar Cakka .

“ Ini kartu nama saya !” Gabriel menyerahkan kartu namanya .

“ Mohon bantuannya ...........”

“ Acha . Saya Acha .” Ujar gadis itu .

“ Baik , tepat jam 1 anak buah saya akan datang ! Permisi !” Pamit Gabriel .


»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»


“ Take care of yourself there . Keep your health . Don't be naughty darling . If it were up to , call mom . Okay ” pesan seorang ibu pada anaknya .

” I Will certainly miss you so much my brothers and sisters !” Ujar seorang kakak pada adiknya .

“ Take care of your sister fine ” pesan sang ayah .

“ Ma , pa , kak , kami berangkat !” Pamit sang wanita .

” Miss you ” ujar sang adik sembari mengikuti langkah kaki kakaknya yang sudah hendak naik kedalam pesawat .


»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»


“ Semua sudah siap ?” Tanya Rio .

Gabriel , Alvin , Cakka , Ray , Deva , bi Okky dan para pelayan serta para bodyguard sudah berada di bandara .

Tak lama kemudian , sebuah pesawat turun dan pintu terbuka .

Muncullah seorang wanita cantik dengan dress putihnya di ikuti sang adik dari belakang yang berpakaian cokelat . Lambang baju kakak adik ini adalah UMA !!

Semua mata terpana melihat sang wanita termasuk Rio , Cakka , Gabriel , dan Alvin .

“ Bawa koper mereka !” Perintah Rio pada bodyguardnya . Para bodyguard itu langsung mengambil koper-koper kakak adik ini .

Rio menaiki anak tangga satu persatu dan tepat di depan sang gadis , Rio mengulurkan tangannya . Sang gadis itu pun menerima uluran tangan Rio . Mereka turun berdua layaknya pasangan .

Di perjalanan , Rio semobil dengan gadis itu . Sedangkan adik sang wanita semobil dengan Ray dan Deva . Gabriel , Alvin , dan Cakka juga semobil .


»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»


“ What's your name ?” Tanya Rio di mobil

“ Alyssa Saufika Umari . You can call me Ify .”

“ Can you speak Indonesian ?” Tanya Rio . Ify , si gadis , hanya mengangguk .

“ Jakarta nggak berubah !” Ujar Ify . Rio kemudian menatap Ify .

“ Maksud loe ?” Tanya Rio

“ Ya , tetap begini-begini aja .” Jawab Ify simple .

“ Ngomong-ngomong , gue bakalan sekolah dimana ?” Tanya Ify .

“ Di International High School . Sekolahan yang didirikan sama papa gue , papa Alvin , papa Gabriel , papa Cakka , dan ...........”

“ Papa gue !” Sambung Ify .

“ Nggak usah bersikap baik sama gue tuan Mario .” Ujar Ify tanpa mengalihkan pandangannya .

“ Gue tau , loe menolak dengan keputusan ini . Dan gue juga sama . Loe terpaksa ngejemput gue karena desakan orang tua loe bukan ?” Tanya Ify . Rio menatap Ify dan tersenyum sinis .

“ Pinter juga loe !” Ujar Rio . Ify hanya membalas dengan senyuman kecutnya .

Kemudian hening , tak ada lagi suara dari mereka . Ify menatap keluar jendela , begitu pula dengan Rio .


»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»


“ Siapa nama loe ?” Tanya Ray .

“ Ahmad Fauzi Adriansyah . Call me , OZY !!” Ujar Ozy , adik Ify .

“ Ngapain sih loe ikutan ke Indonesia ?” Tanya Deva .

“ Bukan urusan loe berdua !” Jawab Ozy singkat .

“ Nggak usah nyolot dong !” Ujar Ray yang kepancing emosi .

“ Siapa yang nyolot ya ? Perasaan gue biasa aja !” Ujar Ozy santai .

“ Udah Ray !” Perintah Deva .

“ Kenalin , nama Gue Deva Ekada Sindhunata .” Ujar Deva .

“ Dan gue , Muhammad Raynald Prasetya ”

“ Deva dan Ray . Oke !” Ujar Ozy .

“ Sekarang gue tanya baik-baik deh . Kenapa loe ikut ke Indonesia juga ?” Tanya Deva

“ Gue sayang kakak gue . Dan gue nggak akan pernah biarin dia sendirian .” Jawab Ozy .

“ Besok loe ikut kita berdua ya !” Ujar Ray

“ Kemana ?”

“ Junior High School . Sekolahan gue sama Deva . Baju seragam loe sudah di sediakan di kamar !” Ujar Ray .

“ Terserah loe deh !” Jawab Ozy .


»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»


” Haha , iya . Tuh anak emang sarap !”

” Hahahahaaaa .........”

Cakka , Gabriel , dan Alvin bercanda di jalan . Tanpa mereka sadar , ada seorang wanita yang hendak menyebrang .

“ Vin , awaass !!” Teriak Cakka . Alvin panik dan mengerem mobilnya secara mendadak .

“ Aaaaaaaaaaaaaaaaa ” teriak sang wanita . Jualan yang ia bawa terhambur di tanah .

“ Vin , sebaiknya loe urus deh tu cewek !” Ujar Cakka . Dengan ogah-ogahan Alvin keluar dari mobilnya .

“ Heh , kalo jalan pake mata dong !” Gertak Alvin .

“ Eh , loe yang seharusnya bawa mobil nggak ngebut . Emang ini jalan nenek moyang loe ?” Nyolot sang cewek .

“ Gara-gara loe , jualan gue jadi berantakan !” Lanjut sang wanita . Alvin menatap jalanan dan melihat gorengan-gorengan yang sudah tergeletak di tanah .

“ Hah ? Gorengan begini semut aja nggak doyan !” Remeh Alvin . Alvin mengeluarkan dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang 100rb kemudian menyerahkan kepada sang wanita itu . Wanita itu hanya cengo .

“ Ini uang buat loe ! Gorengan begini mah kecil !” Ujar Alvin dengan tawa sinis .

Sang wanita marah dan melempar uang itu ke muka Alvin .

“ Biar gue cuman penjual gorengan , gue masih punya harga diri . Gue nggak sudi nerima uang dari orang sok seperti loe !” Ujar sang wanita kemudian meninggalkan Alvin . Sedangkan Cakka dan Gabriel cengo dari dalam mobil .


«««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««««

2 komentar: