haii :)
Ini cerpen pertama gue lo :D
ALVIA :)
Semoga suka ya :)
Jangan lupa LIKE.a :)
Cekidott ..........
*****
" Vin , udah bangun ya ? " Sivia lalu duduk di dekat Alvin .
" Ngapain loe kesini ?" tanya Alvin cuek , wajahnya masih fokus kearah TV .
" aku bawain makan siang buat kamu . Tadi tante telpon , katanya dia belum sempat masakin kamu makan siang ." ujar Sivia meletakkan rantang makanan di pangkuannya .
" Nggak perlu repot . Gue bisa sendiri . Mending loe pulang . Gue pengen makan di luar ." jawab Alvin bangun lalu mengambil kunci mobilnya dan keluar dari kamarnya .
Sivia hanya bisa menangis di dalam kamar Alvin setelah melihat honda jazz hitam keluar dari pekarangan rumahnya .
Alvin dulu orang yang sangat ceria , namun semuanya berubah sejak kejadian 3 tahun yang lalu .
-- flash back on --
" Via , Alvin , kita mampir ke bukit bintang yuk !!" ajak Shilla , kekasih Alvin .
" Emang mau ngapain kesana ?" tanya Alvin
" mau liat matahari tenggelam . Ayolah !!" rengek Shilla pada Alvin . Alvin tersenyum lalu mengangguk dan mengubah haluan kearah bukit bintang . Sivia hanya tersenyum miris melihat Alvin dan Shilla . Sudah sejak dulu Sivia menyukai Alvin , namun dia tak berani mengungkapkannya .
Sesampainya di bukit bintang . Shilla , Alvin , dan Sivia lalu duduk di bawah sebuah pohon besar . Sebentar lagi matahari akan tenggelam , dan pemandangannya sangatlah indah .
Alvin duduk di tengah-tengah antara Shilla dan Sivia . Shilla dan Sivia meletakkan kepala mereka di pundak Alvin . Tangan kanan Alvin melingkar di pinggang Shilla , sedangkan tangan kirinya merangkul Sivia .
" Gue sayang loe berdua ." ujar Alvin sembari mencium kening Shilla dan Sivia bergantian .
" Pulang yuk !! Udah mulai gelap nih ." ajak Shilla .
" Yuk , aku udah capek nih nemenin kalian berdua seharian ." keluh Alvin . Sivia dan Shilla hanya cengengesan . Mereka lalu bangkit dan pergi meninggalkan bukit bintang .
" Via , jangan lari-larian gitu . Pelan-pelan aja ." ujar Shilla pada Sivia . Sivia berhenti lalu berbalik arah menghadap Alvin dan Shilla yang ada di belakang . Sivia tersenyum pada mereka . Namun , dari arah barat . Ada sebuah truk yang melaju kencang . Shilla yang melihat Sivia berhenti di tengah jalan dan truk yang hendak menabrak Sivia berlari untuk menyelamatkan Sivia .
" Siviaa........ Awaaaaaaassss !!" Shilla lalu mendorong tubuh Sivia ke samping dan...........
BRAKKK !!
Tubuh Shilla terpental . Supir truk itu lalu kabur begitu saja .
" Shillaaaaaaaaaaaaaa " teriak Sivia dan Alvin . Mereka lalu menghampiri Shilla . Banyak darah segar keluar dari kepala , telinga , dan hidung Shilla .
" Viiaaa..... Lo...ng...gak...apa....apaa....kan??" tanya Shilla berusaha tersenyum . Kepala Shilla di letakkan di pangkuan Alvin .
" Shilla , bertahan . Kamu kuat Shilla . Cepat telpon ambulance Vi , cepat !!" Alvin terlihat sangat panik .
"Vin.....a...ku...ng...gak...ku..aat... Ma...ka..sih...udah..ne..me..nin...aku... Dan...bu...at..aku...ba...ha..gia...sa..ma...ka...mu... Aku...sa...ya...ng...ka...mu...Vin ." ujar Shilla . Alvin menggenggam erat tangan Shilla .
" Nggak Shill , loe kuat . Loe bisa bertahan Shilla . Demi gue , gue mohon ." ujar Alvin . Sivia ? Sivia hanya menangis melihat Shilla .
"A..ku...mo..hon.... Ja..ga...Si...vi..aa.... Ja...ga..di..aaa....seperti...ka...mu...ja..gain..aku..." Shilla menatap kearah Sivia yang sedang menangis .
" Ja...ngan...na...ngis....can..tik..nya...hilang....loh...." Shilla berusaha membuat Sivia tersenyum .
" Jangan sok kuat . Gue yakin loe pasti bertahan . Maafin gue Shilla . Seharusnya loe nggak usah nyelamatin gue." ujar Sivia . Shilla menggeleng dan tersenyum .
" Vin....jan...ji..ya... Ka...mu...ja...ga...in...Sivia.....Aku...sa...ya...ng...ka...lia..n...ber...dua.... Aku....cin..ta..ka...mu...Vin." itulah kata-kata terakhir dari Shilla .
" SHHIIILLLLAAAAAAAAAAAAAAAAA..................." teriak Alvin dan Sivia .
***
" Ini semua gara-gara loe Vi , gara-gara loe . Kalau loe nggak bandel kayak gitu , nggak mungkin semuanya kan jadi seperti ini ." Ujar Agni , sepupu Shilla .
" Ag , ini semua udah takdir ." Ify mencoba membujuk Agni .
" Nggak , dia pembunuh.... Dia pembunuh....." ujar Agni . Cakka langsung memeluk Agni dan mengajaknya pergi dari kuburan Shilla .
" Via , kita pulang duluan ya." Ify , Rio , Iyel , Debo , Acha , dll sudah pulang duluan . Alvin ? Dia tak mengikuti acara pemakaman . Sekarang hanya tinggal Sivia yang ada disana .
" Loe bodoh Shill , loe bodoh !! Kenapa loe lakuin itu ? Kenapa ?" isak Via sambil memegang nisan Shilla .
" Loe bodoh . Bangun !! Ayok buruan !! Cepat bangun !! Banguuuunn......" teriak Sivia .
" Vi , ayuk pulang !!" ajak Bastian , kakak Sivia .
" nggak !! Via mau disini aja . Via mau nemenin Shilla kak , Via mau nemenin Shilla ." tolak Sivia Namun tiba-tiba dia pingsan . Bastian dengan sigap mengangkat Sivia , dan membawanya pergi .
Setelah Sivia dan Bastian pergi . Keluarlah seorang lelaki dengan berbaju serba hitam dan kaca mata hitam menghampiri kuburan Shilla . Dia berjongkok dan mengelus nisan Shilla .
" Gue akan selalu sayang dan cinta sama loe . Gue bakalan janji , gue akan jagain Sivia demi loe ." ujar lelaki itu .
-- flash back off --
***
" Dari mana loe ?" tanya Ify pada Sivia . Ify , Agni , Cakka , dan Rio sekarang sedang berada di rumah Sivia .
" Dari rumah Alvin . Nganterin dia makan siang ." jawab Sivia lesu , lalu duduk di sofa di dekat Ify .
" terus ? Gimana ? Dia udah mulai membaik ?" tanya Agni antusias . Sivia menggeleng .
" sampai kapan ? Sampai kapan gue kayak gini ? Sampai kapan gue harus di kelilingi oleh perasaan bersalah gue ? Sampai kapan ?" tanya Sivia . Air matanya mulai menetes . Agni yang sedari tadi main PS dengan Cakka lalu duduk di sofa , dekat Sivia .
" gue yakin , suatu saat Alvin bakalan bisa maafin loe . Percaya sama gue " Cakka memberikan semangat pada Sivia .
Sivia menggangguk . Ify dan Agni lalu memeluk Sivia .
" gue nggak di peluk ya , Fy ?" tanya Rio polos . Ify melepaskan pelukannya dan melemparkan bantal tepat di muka Rio . Semua yang ada disana tertawa , tujuannya ya untuk menghibur Sivia .
" sampai gue bener-bener siap buat ngelepas bayangan Shilla , Vi " batin seseorang yang berada di balik pintu .
***
Hari ini di kampus Idola terlihat sangat ramai , karena ada perlombaan antar Universitas . Bermacam-macam lomba . Ada lomba membuat robot , dan lainnya .
Sivia berjalan sendiri di lorong kampus , langkahnya lalu terhenti di depan ruang musik . Sivia menarik nafas lalu masuk kedalam .
" Lama banget sih Via ku sayang . Acaranya udah mau di mulai. Pembukaannya kan giliran kamu buat nyanyi ." protes Agni . Sivia tersenyum manis pada Agni .
" Baiklah , untuk membuka acara kita siang ini . Kita persembahkan penyanyi kebanggan UI (Universitas Idola) kita untuk menyumbangkan sebuah lagu . Kita panggil , inilah dia . Sivia Azizah ." seru MC . Para penonton yang ada disana bertepuk tangan .
Sivia lalu naik keatas pentas dan duduk di hadapan sebuah piano . Sivia lalu menggerakkan jari-jari manisnya untuk menekan tuts-tuts piano itu .
Pernahkahkaubicara ?
Tapitakdidengar .
Takdianggapsamasekali .
(Sivia benar-benar bernyanyi dengan penuh penghayatan)
Pernahkahkautaksalah?
Tapidisalahkan .
Takdiberikesempatan .
(tak terasa air matanya menetes)
Reff ::
Kuhidupdengansiapa ?
Kutaktaukausiapa .
Kaukekasihkutapioranglainbagiku .
Kaudengandirimusaja .
Kaudenganduniasaja . Teruskanlahteruskanlahkau begitu .
( Sivia terbayang masa lalunya saat Shilla masih hidup dan perlakuan Alvin sekarang pada dirinya )
Kautakbutuhdiriku .
Akupatungbagimu .
Cintabukankebutuhanmu .
Back to :: reff
(Teruskanlah :: Agnes Monica)
Setelah bernyanyi , Sivia turun dari atas pentas . Agni dan Ify sudah menyambutnya di bawah .
" sumpah , gila . Keren banget lo " puji Ify pada Via di sertai anggukan Agni .
" ah, biasa aja deh . Kantin yuk !!" Sivia , Ify , dan Agni lalu pergi kekantin .
Sementara itu di bangku penonton paling atas dan paling pojok .
" Loe nggak kasian sama Sivia , Vin ?" tanya Cakka .
" Buata apa ? Gue nggak pernah ngerasa kasian sama dia ." jawab Alvin dingin .
" Bukannya apa-apa sih yak . Cuman gue kasian sama Sivia yang selalu berusaha jadi yang terbaik buat loe . Lagian kan loe udah janji sama Shilla akan jagain Sivia ." ucap Rio .
" Gue cuman janji akan jagain dia kan ? Dia nggak apa-apa tuh ." sahut Alvin .
" Tap........ " omongan Cakka segera di potong oleh Iyel .
" sekarang kita pergi aja dari sini ." ajak Iel . Mereka pun meninggalkan ruang musik itu .
***
Akumentaritapitakmenghangatkanmu .
Akupelangitakmemberiwarnahidupmu .
Akusangbulantakmenerangimalammu .
Akulahbintangyanghilangditelankegelapan .
Selaluituyangkauucapkanpadaku .
Sebagaikekasihyangtakdianggapakuhanyabisa .
Mencobamengalahmenahansetiapamarah .
Sebagaikekasihyangtakdianggapakuhanyabisa .
Mencobabertahankuyakinkaukanberubah .
Sivia bernyanyi di balkon kamarnya sambil memegang foto Alvin . Air matanya terus mengalir tanpa henti . Hingga ada sesuatu yang mengagetkannya .
" mau ngapain loe kesini ?" tanya Sivia dingin .
" ngapain loe pegang-pegang foto gue?" tanya Alvin .
" emang nggak boleh ya?" tanya Sivia . Ia membalikkan badannya dan menghapus air matanya .
" nangis? Loe nangis lagi ? Nangis mulu sih." keluh Alvin .
" to the point , mau ngapain loe kesini ?" tanya Sivia
" gue mau , loe nggak usah lagi ngehubungin gue atau apapun . Gue capek . Kalau gue selalu ngeliat loe , gue pasti ingat sama Shilla . Jadi gue mohon , mulai sekarang anggap kita nggak kenal !!" ucap Alvin .
Jdeerr!!
Hati Sivia bagaikan terbelah oleh gergaji (?) .
Dia tak menyangka Alvin sampai seperti ini . Air matanya kembali menetes .
" kenapa Vin ? Kenapa ? Apa loe masih marah sama gue karena gue penyebab kematian Shilla ? Iya Vin ? Apa gara-gara itu Vin ?" tanya Sivia
" mungkin bisa di bilang begitu . Gue capek , gue pengen loe nggak usah ngasih perhatian apa pun buat gue !!" ujar Alvin lalu pergi meninggalkan Sivia yang menangis hebat (?)
" loe tega vin , tega !!" gumam Sivia . Ia sekarang terduduk di lantai .
" maafin gue Vi , gue terpaksa ngelakuin ini . Gue nggak mau kehilangan loe seperti gue kehilangan Shilla . Gue cinta elo ." batin Alvin .
***
Ddrrrtt.... Drrrtt....
BB Alvin bergetar . Dia langsung membuka sms yang ternyata kiriman dari Rio
From :: Rio my bro !!
Sipit , loe dimana ? Cepet datang ke RS Husada . Via , Via masuk RS !! Cepat !! Gue ma anak-anak lainnya udah ada disini .
Begitu membaca sms Rio , Alvin kaget . Dia langsung bangkit dan mengambil kunci mobilnya .
***
" Mbak , dimana.... Dimana kamar pasien yang bernama Sivia Azizah ? Yang baru masuk ." tanya Alvin panik pada resepsionis .
" Sivia Azizah ada di ruangan UGD lantai 2 ." setelah mendengar kata resepsionis . Alvin segera berlari kearah lift , ternyata liftnya penuh . Alvin lalu naik dengan tangga manual . Sampai di lantai 2 , Alvin segera berlari ke ruangan UGD . Ternyata disana memang sudah ada Rio dkk .
" Via , Via kenapa ? Apa Via baik-baik aja ? Kenapa kalian baru ngasih tau gue sekarang ?" tanya Alvin panik .
" Vi..vi...Via..... Huuuaaaaaa" tangis Ify , semuanya langsung menutup telinga . Rio lalu membekap mulut Ify .
" Ag , mending loe yang cerita !!" suruh Iel .
" Gini , tadi sore kita main kerumah dia . Kata pembantunya sih dia di kamar . Waktu kita masuk . Dia nggak ada . Malah ada suara di kamar mandi . Suara shower . Tapi , Cakka ngeliat keanehan . Biasanya Sivia selalu rapi , tapi ini kamarnya berantakan banget . Waktu kita liat , ada genangan air kayak darah dari dalam kamar mandi . Jadi Cakka , Rio , sama Iel ngedobrak pintunya . Ee , ternyata Via ada di dalam dan tangannya banyak mengeluarkan darah . Kita langsung gotong dia kesini . Di perjalanan dia selalu ngomong 'tunggu gue Shilla' . Gue khawatir banget sama dia ." cerita Agni . Alvin terdiam lemas .
" ini pasti gara-gara gue . Gara-gara gue !!" alvin menyalahkan dirinya sendiri .
***
Seminggu kemudian , Sivia sudah boleh di bawa pulang . Sivia berubah drastis , tak seperti dulu . Dia terlihat sangat pendiam . Tubuhnya mulai tak terurus , dia mulai berkurus . Selama Sivia di RS , sivia tak pernah melihat Alvin . Padahal , setiap malam Alvin lah yang menjaganya .
***
" Sivia mau kemana sih malam-malam gini ?" tanya Agni pada sahabat-sahabatnya .
Malam itu mereka sengaja berniat ingin nginap di rumah Sivia , karena kata pembantunya Sivia hari ini sangat aneh .
" gue nggak tau !! Ini udah jam 9 malam , malah hujan deras lagi ." lanjut Cakka .
" kita ikutin mobil Sivia !!" perintah Alvin .
Cakka , Agni , Rio , Ify , dan Iel cengo (?) melihat Alvin yang tumben peduli dengan Sivia .
" buruan !!" paksa Alvin . Rio lalu menginjak gasnya .
Mereka membuntuti mobil Sivia . Susah sekali , karena cuaca sedang hujan lebat . Tiba-tiba , mobil Sivia berhenti di sebuah jalan sepi .
" ini kan......."
" kenapa Vin ?" tanya Ify dan Iyel bersamaan .
" ini tempat tertabraknya Shilla 3 tahun yang lalu ." ujar Alvin . Mereka terus memperhatikan Sivia dari dalam mobil . Tak lama . Keluarlah Sivia . Sivia lalu menyenderkan dirinya di mobilnya sambil hujan-hujanan .
" ngapain Via ujan-ujanan gitu ?" tanya Iel khawatir .
Tak lama , Via berjalan ke tengah jalan .
"GUE BENCI KEHIDUPAN INI . KENAPA YA TUHAN ? KENAPA ENGKAU BERI GUE COBAAN YANG NGGAK GUE SANGGUPI ? KENAPA ? GUE CAPEK . GUE CAPEK SEPERTI INI . GUE SELALU SALAH DIMATA ALVIN ? KENAPA ? GUE CINTA DIA . GUE SAYANG DIA . GUE UDAH NGGAK KUAT . GUE PENGEN MATI . PENGEN MATI !!" teriak Sivia .
Tiitt...tit...
Bunyi klakson mobil dari arah barat . Sivia tersenyum miris . Dia merentangkan tangannya dan menutup matanya .
" tunggu gue Shilla ."
" Viiiaaaaaaa.........." teriak seseorang dan menarik Sivia . Sehingga Sivia dengan orang itu jatuh tersungkur .
" apa loe udah gila ? Apa loe udah nggak waras ?" tanya orang itu .
" alvin ? Ngapain loe disini ? Ngapain loe nyelamatin gue ?" Sivia bangun di ikuti Alvin .
" loe bener-bener bodoh Vi ." ujar Alvin
" Iya , gue emang bodoh . Karena gue Shilla ninggalin elo . Karena gue Shilla pergi ninggalin dunia ini ." bentak Sivia beserta tangisannya .
Jdaarrr !!
Bunyi petir bin guntur . Hujan tambah lebat menemani Sivia dan Alvin .
" stop Vi . Itu udah masa lalu . Plis , jangan ngelakuin hal bodoh itu ." ujar Alvin
" peduli apa loe sama gue ? Peduli apa ? Gue akan pergi ninggalin elo , seperti yang elo minta ." teriak Sivia . Alvin lalu menarik Sivia dalam pelukannya .
" gue nggak mau loe kenapa-napa . Gue nggak mau loe pergi ninggalin gue seperti Shilla ." ucap Alvin
" lepasin gue , lepasin ." berontak Sivia . Namun kekuatan Alvin jelas lebih besar dari pada Sivia .
" gue nggak akan ngelepasin loe . Gue sayang loe . Gue cinta loe . Gue nggak mau loe pergi ninggalin loe . Gue jauhin loe , karena gue takut orang yang gue sayang bakalan seperti Shilla . Gue nggak mau itu ." ucap Alvin mempererat pelukannya .
Akhirnya Sivia melemah . Ia pun membalas pelukan Alvin .
" gue mohon Vi . Jangan buat gue khawatir , kalau sampai loe kenapa-napa , gue nggak akan maafin diri gue sendiri ."
" gue sayang loe , Vin ." bisik Sivia .
" gue juga sayang loe , Via ." balas Alvin .
" gue bahagia liat kalian bahagia ." gumam bayangan seorang wanita cantik berpakaian serba putih .
" Shilla , waktu kamu sudah habis . Masalahnya pun sudah selesai , saatnya kamu kembali kealammu ." ucap seorang lelaki .
" Ray , Ozy , terima kasih sudah menemaniku ." ucap Shilla . Mereka lalu menghilang di sertai dengan hujan yang mulai reda .
Alvin dan Sivia masih berpelukan dan terdengar samar-samar suara .
" aku sayang kalian "
" kami juga sayang kamu Shilla ." batin Alvin dan Sivia
" gue akan jagain loe , Fy ." ujar Rio menggandeng Ify . Ify menatap Rio
" gue akan jagain loe !!" ujar Rio mantap . Ify tersenyum manis dan berjalan kearah Sivia dan Alvin .
" gue nggak mau loe nekat kayak Sivia . Loe itu takdir gue !! Titik !! " ujar Cakka menggenggam tangan Agni .
" nggak ada yang romantis dikit ya ??" tanya Agni . Cakka lalu mencium pipi kanan Agni .
" udah ada kan :p " cakka berlari menyusul yang lainnya di ikuti Agni .
" lah gue ? Sama siapa dong ?" tanya Iel pada dirinya sendiri .
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusyeaayy happy ending nihh.. nice cerpen nih..
BalasHapusJanga lupa juga kunjungi blog gue yaa..obatkistatradisional