»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»
” Via , vi ” panggil Alvin di ruang kostum .
” Nyari siapa , Vin ?” Tanya Nova yang kebetulan sedang disana dengan Lintar
” Nyari Sivia , loe liat dia nggak ?” Tanya Alvin
” Tadi dia ada disini , tapi nggak tau sekarang dimana ” jawab Nova .
Alvin mengedarkan pandangan matanya dan berhenti tepat dimana Lintar berada .
” Lin , ngapain loe disitu ?” Tanya Alvin
” ................... ”
” Lin , kalo di ajak ngomong jawab dong !”
” Percuma loe ngajak dia ngomong , dia lagi latihan ”
” Latihan apaan ?” Tanya Alvin heran .
” Latihan mogok ngomong ”
Gubrak !!
Alvin hanya geleng-geleng melihat Lintar .
Ia kemudian keluar dan mencari-cari dimana Sivia berada .
»»»»»
Beri aku waktu untuk bisa .
Membuatmu tertawa .
Jauh jauh jauh dari .
Jauh dari masalah .
Beri aku waktu untuk bisa .
Membuatmu bahagia .
Jauh jauh jauh dari .
Jauh dari derita .
Ku kan selalu menemanimu .
Ku kan selalu menemanimu .
Ku kan selalu ada untukmu .
Ooh .
Andai ku dihatimu .
Andai ku dipelukmu .
Andaikan kau menjadi milikku .
Andai ku dihatimu .
Andai ku di dekapmu .
Andaikan kau menjadi milikku .
( Alexa - Andai )
Sivia bernyanyi dengan tenang selama berada di halaman belakang .
Ia terlalu asyik bernyanyi sehingga tak menyadari kalau ada Alvin yang memperhatikannya .
” Sivia !” Panggil Alvin mengagetkan Sivia .
” Kak Alvin ?” Kaget Sivia
” Ngapain masih disini ?” Tanya Alvin pada Sivia .
” Nggap apa-apa kak , lagi nenangin diri ”
” Grogi ya loe ?” Tanya Alvin . Sivia mengangguk .
” Udah , tenang aja . Kan ada gue .” Ujar Alvin .
” Kak , sebenernya ...”
” Apaan ?”
” Sebenernya , sivia su....”
” Alvin !!” Tiba-tiba seseorang memanggil Alvin . Alvin dan Sivia pun menoleh kearah sumber suara tersebut .
” Zevana ?”
” Alvin ....” Zevana berlari kearah Alvin dan memeluk Alvin .
” Alvin , apa kabar ? Sumpah , gue kangen banget sama loe !” Ujar Zevana lalu melepaskan pelukannya .
” Gue , gue baik-baik aja Ze . Loe kenapa bisa ada disini ?” Tanya Alvin .
” Sekolah gue di undang dalam acara sekolah loe , gue seneng banget !”
” Oh , gitu . Oya , Ze , kenalin , ini temen gue , Sivia .” Ujar Alvin mengenalkan Sivia pada Zevana .
” Sivia ”
” Zevana ”
” Oya , kak Alvin . Gue duluan , mau siap-siap dulu buat entar . Daaahh ” sivia memilih pergi duluan karena dia merasa panas berada disana .
»»»»»
” Kak Alvin mana sih ? Dari tadi di tungguin belum muncul-muncul.” Gerutu Sivia . Sivia sudah siap dengan memakai dres biru polos .
” Sabar , Vi . Kan bukan giliran pertama juga loe tampil .” Ujar Ify .
” Oya , kak Rio . Gue mau nanya .” Ujar Sivia .
” Apaan ?” Tanya Rio . Memang Ify dan Rio sekarang berada bersama Sivia , karena mereka sudah tampil .
” Zevana itu siapa ?” Tanya Sivia . Rio kaget , dia menatap sivia .
” Zevana ? Loe kenal dia ?” Tanya Rio .
” Tadi waktu gue di halaman belakang sama kak Alvin , ada cewek nyamperin kita . Dan namanya itu Zevana kalo nggak salah .”
” Huh ! Ngapain lagi sih cewek itu nongol .”Batin Rio .
” Kak , kak Rio ..” Ify mengibaskan tangannya di depan wajah Rio .
” Eh , iyaa . Kenapa ?” Tanya Rio .
” Zevana itu siapa ? Sivia pengen tau kak .” Ujar Ify .
” Zevana itu mantannya Alvin waktu masih SMP . Mereka putus karena Alvin pindah kesini .” Ujar Rio .
” Jadi dia mantan kak Alvin ?” Tanya Sivia . Rio mengangguk .
” Emang kenapa , Via ? Loe cemburu yaa ?” Selidik Ify .
” Iya , gue cemburu ! Cemburu banget ! Gue suka kak Alvin :(” ujar Sivia tanpa tau Alvin berdiri dibelakangnya .
” Sesuka apa loe sama dia ?” Tanya Rio .
” Pokoknya gue suka dia , nggak tau kenapa tiap dekat dia gue ngerasa tenang .” Aku Sivia .
” Tembak aja noh kak Alvinnya habis manggung , ntar keburu di ambil sama Zevana loh .” Ujar Ify .
” Iiihh , gengsi !” Tolak Sivia .
” Ehm ...” Dehem Alvin .
” Apaan sih ?” Sivia memutar badannya dan mendapati Alvin yang tengah tersenyum manis padanya . Sivia melihat ke belakang dan ternyata Rio dengan Ify sudah kabur .
” Jadi ada yang diam-diam suka sama gue dong yaa .” Goda Alvin . Sivia tak bisa menjawab . Pipinya merah merona .
” Nggak usah sungkan ! Hebatkan , pesona seorang Alvin Jonathan Sindhunata memang kuat .” Ujar Alvin PEDE .
” Ih , pede banget lo kak .”
” Emang bener kok . Buktinya loe suka sama gue .” Ujar Alvin santai .
” Iiiih , kak Alvin jahat .”
” Loh ? Kok gue yang jahat sih ?”
” Udah ah , sekarang giliran kita yang tampil ! Ayookk !” Sivia menarik tangan Alvin untuk naik keatas pentas .
»»»»»
> Alvin <
Ingin sungguh aku bicara .
Satu kali saja .
Sebagai ungkapan kata .
Perasaanku padamu .
( Alvin menatap Sivia dan menggenggam tangan Sivia )
> Sivia <
Telah cukup lama kudiam .
Didalam keheningan ini .
Ku bekukan dibibirku .
Tak berdayanya tubuhku .
( Sivia tersenyum manis pada Alvin )
> Sivia <
Dan ternyata Cinta .
> Alvin dan Sivia <
Yang menguatkan aku .
> Alvin <
Dan ternyata cinta .
> Sivia dan Alvin <
Kau yang sungguh selalu setia .
Menemani kesepianku .
Menjaga lelap tidurku .
Membasuhku setulusnya .
Merekahnya fajar di hatiku .
Menghangatku luruhku .
Dan resapkan keharuman .
Engkau yang mencintaiku .
> Alvin <
Dan ternyata cinta .
> Sivia <
Yang menguatkan aku .
> Sivia dan Alvin <
Dan ternyata cinta .
Tulus mendekap jiwaku .
#jreng #jreng
»»»»»
” Huuaaaah , gimana penampilan gue sama kak Alvin ?” Tanya Sivia pada RiFy .
” Keren , bagus banget ” puji Ify .
” Makasih yaa ” ujar Sivia .
” Ikut gue !” Tiba-tiba Alvin menarik tangan Sivia dan membawanya menuju taman sekolah .
” Alvin mau bawa dia kemana ya ?” Tanya Rio pada Ify .
” Nggak tau , bodo amat ! Yang penting loe tetep deket gue ” ujar Ify .
” Rioo ..” Suara perempuan memanggil Rio dan berjalan kearah Rio dan Ify .
” Loh ? Zevana ?”
” Iya , ini gue , Zeze .” Ujar Zevana .
” Kenapa , Ze ?” Tanya Rio dengan nada malas-malasan .
” Loe liat Alvin nggak ?”
” Nggak tau ! Udah ya Ze , gue mau jalan . Ayo , Fy !” Rio bersikap cuek pada Zevana dan mengajak Ify pergi menjauh .
” Iiiiihh , Rio nyebelin ” ujar zevana .
»»»»»
” Aduuuuh , kakak mau ngajak aku kemana .” Ujar Sivia .
” Gue mau nanya sama loe !” Ujar Alvin .
” Apa ?” Tanya Sivia
” Beneran loe suka sama gue ?” Tanya Alvin .
” Hah ? Kok , kok nanya itu sih .” Gugup Sivia .
” Jujur aja deh !” Paksa Alvin .
” Iyaa , nggak boleh ?” Jutek Sivia .
” Boleh sih , gue akuin , gue juga agak suka sama loe !” Ujar Alvin .
” Hah ? Yang bener kak ?” Tanya Sivia .
” Iya .” Jawab Alvin .
” Gue mau loe buat gue jatuh cinta sepenuhnya sama loe !” Lanjut Alvin .
” Maksud kakak ?” Tanya Sivia tak mengerti .
” Gue masih punya sedikit rasa sama mantan gue , dan gue mau , loe bisa ngehapus dia dari memori ingatan gue .” Ujar Alvin .
” Gue berani ! Gue yakin , gue bakalan bisa buat loe cinta sepenuhnya sama gue !” Semangat Sivia .
” Okee , gue percaya ! Mulai sekarang kita pacaran ya :) ” ujar Alvin yang membuat Sivia cengo .
” Kakak serius ?”
” Nggak , becanda !” Kesal alvin .
” Yeeee , gue janji , loe pasti bakalan cinta sama gue kak .” Ujar Sivia sambil melingkarkan tangannya ke tangan Alvin . Alvin pun mengacak-acak poni Sivia .
” Ya udah , sekarang kita cari Rio sama Ify yuk !” Ajak Alvin . Sivia mengangguk dan tersenyum manis pada Alvin .
Sementara itu di kejauhan .
” Cewek brengsek ! Alvin cuman buat gue ! Dan akan selalu menjadi milik gue . Hanya gue yang berhak dicintai Alvin . Gue akan buat loe sengsara karena udah berani mencoba ngerebut Alvin dari gue !” Ujar seseorang .
TBC :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar