»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»
Gabriel , Rio , dan Cakka tampak begitu serius . Sepertinya , mereka sedang berpikir dan merangkai kata yang tepat untuk diucapkan pada Sivia . Namun itu membuat Sivia merasa curiga .
” Kak , sebenernya ada apaan sih ? Kok serius banget ?”
” Via , kali ini memang serius ” ujar Rio mulai angkat bicara .
” Hah ? Emang bakal ada apa lagi ” Sivia makin penasaran .
” Aduuuhh , loe aja deh Iel yang cerita ” ujar Rio
” Loe aja deh , gue nggak sanggup ”
” Mending loe deh Iel ” ujar Rio lagi .
” Mending loe RIO ”
” Loe ! Loe kan lebih tua ”
” Karena gue lebih tua , jadi gue suruh loe ”
” Udaah Iel , Rio , udaahh ..” Ujar Ify dan Shilla sambil menangkap pasangan mereka masing-masing .
” Mending gue yang bilang !” Usul Cakka .
” Yakin loe ?” Tanya Agni . Cakka mengangguk mantap .
Cakka kemudian memandang ke arah Iel , Rio , Shilla , Ify , Agni , dan kedua orang tuanya secara bergantian . Kemudian melangkah tepat kedepan Sivia .
Semua sudah tegang disana . Cakka memegang pundak Sivia dan menarik nafasnya pelan .
” Sebenernya ..........” Semua sudah amat sangat tegang .
” Kucing temen gue meninggal !”
Gubrak !!
Semuanya jadi cengo mendengar omongan Cakka . Iel dan Rio mendekat kearah Cakka dan ......
Pletak !
Pletak !
” Saakiiiittt ....” Ringis Cakka .
” Bego ! Orang sudah serius , eh loenya malah begini ”
” Dasar sarap !” Ujar Rio
” Udah udaah , sekarang langsung aja deh . Jangan buat Via penasaran !” Ujar Sivia .
” Mending gue yang ngomong ” usul Ify . Semuanya pun mengangguk .
” Via , sebenernya Rio , Iel , dan Cakka akan pindah .” Ujar Ify .
” What ? Pindah ?”
” Iyaa , Via . Iel , gue , sama Cakka bakalan pindah ke Amrik sama Ify , Agni , dan Shilla ” tambah Rio .
” Hah ? Kalo gitu , Sivia bakalan............”
” Tenang aja , Via ..” Cakka memegang pundak Sivia seolah menenangkan .
” Kita nggak akan biarin kamu kesepian ”
Sivia tak tau mau menjawab apa . Kalo dipikir-pikir , kepergian kakak bertiga-nya membawa dampak positif dan negatif .
” Kita udah persiapin semuanya ” Iel yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara .
” Maksudnya ?” Tanya Sivia
Rio , Cakka , dan Iel diam . Tiba-tiba Rio membawa seseorang untuk bergabung dengan mereka .
Penampilan lelaki yang dibawanya benar-benar berbeda dari tamu-tamu yang lain . Gayanya santai dan cuek . Ia hanya mengenakan kaos oblong dan celana jeans belel . Kakinya pun hanya beralaskan sandal jepit merk salah satu item olahraga terkenal .
” Alvin ” lelaki itu memperkenalkan dirinya didepan Sivia . Sivia pun menyambut uluran tangan itu .
” Loe Sivia kan ?” Tanya lelaki itu . Sivia hanya menganggukkan kepalanya .
” Alvin yang akan menggantikan kita bertiga selama kita di Amrik .” Pernyataan Iel membuat Sivia melongo .
” Ta ,, tapi .....”
” Sivia , ini sudah keputusan final kami . Tidak bisa di ganggu gugat ! Lagipula mama dan papa akan kembali ke Paris , mereka juga sudah setuju ” Cakka mengatakannya dengan tegas .
” Tapi gimana mungkin kalian mengambil keputusan penting tanpa persetujuan Sivia .” Sivia benar-benar tidak dapat menahan amarahnya .
” Buat kami , Sivia yang terpenting . Dan ini adalah jalan keluar yang terbaik !” Penjelasan Iel membuat Sivia makin marah .
Sivia menatap kearah Alvin , semoha ia setuju dengan keputusan Sivia . Tapi ...........
” Semoga loe sama gue bisa bekerja sama dengan baik ,” ujar Alvin yang lagi-lagi membuat Sivia melongo .
»»»»»
” Yo , apa keputusan loe udah bulat buat ninggalin Sivia ?” Tanya Ify pada Rio . Mereka berada di kolam renang .
” Iya , gue percaya sama Alvin . Gue kenal banget sama dia . Dan dia pasti nepatin janjinya ” jawab Rio mantap .
Ify duduk didekat Rio dan merebahkan kepalanya kedada Rio . Rio pun memeluk pinggang Ify .
” Aku takut Via nggak terima .” Ujar Ify .
” Tenang aja ! Ini keputusanku ! Kemana pun kamu , aku akan ikut !” Ujar Rio . Ia pun mengecup ubun-ubun Ify .
” Makasih ya , yo !”
»»»»»
” Ngapain sih loe pake acara ngikut-ngikut ke Amrik segala ?” Tanya Agni pada Cakka .
” Loe ? Emang kenapa ? Suka-suka gue dong ”
” Tapi kasian Sivia ”
” Punya rasa kasihan juga loe ?” Tanya Cakka .
” Cakkaaaaaaaaaa .........” Teriak Agni . Sedangkan Cakka sudah ngacir duluan .
»»»»»
” Kemanapun kau pergi , ku akan selalu temani mu . Dalam suka maupun duka ” ujar Iel sok puitis .
” Najis ! Gombalan apaan tuh ”
” Eeh , biar begini-begini itu usaha gue .”
” Gue kasian sama Sivia . Dia kayaknya nggak mau pisah sama kalian deh ”
” Itu cuma sekarang , soalnya dia belum kenal sama Alvin . Tapi nanti dia pasti bisa terima ” ujar Iel .
” Kalo dia nggak terima ?”
” Bodo amat ! Yang penting gue bisa selalu sama loe ” ujar Iel dan mengecup tangan Shilla .
»»»»»
Sivia menenggelamkan dirinya dalam selimut tebal sambil memeluk bantal Piggy , membuat suasana terasa lebih hangat .
Sivia mencoba untuk tidur , namun matanya tak bisa terpejam , padahal tubuhnya terasa lelah .
Ia keluar dari balik selimut dan duduk bersandarkan bantal . Ia meraih remote TV dan mencari saluran yang tepat . Tak lama , ia memencet tombol power ! Sama sekali tak ada yang menarik !
Pandangannya beralih pada map berwarna merah transparan yang tergeletak begitu saja di atas meja sebelah tempat tidurnya . Ia sama sekali tak berniat membuka map itu . Tapi karena tak ada yang menarik , ya apa boleh buat .
Untuk lebih meyakinkan Sivia tentang pengganti Iel , Rio , dan Cakka . Mereka memberi curriculum vitae dan surat keterangan milik Alvin .
Kertas pertama yang ia ambil adalah curriculum vitae . Sivia cengo karena melihat tulisan cakar ayam yang nyaris tak dapat ia baca .
__ Curriculum Vitae __
Nama lengkap : Alvin Jonathan sindhunata
Nama panggilan : Alvin
Alamat : 3 gang dari rumah loe , pager warna item , ada pohon cemara
No. Telpon : ntar deh gue kasih tau
Usia : 17 tahun
Pendidikan terakhir : SMP . Gue sekarang masih SMA kelas XIII , bentar lagi lulus bro !
Status : in relationship
Motivasi : sebenernya gue nggak punya motivasi buat jadi penjaga loe , tapi karena gue kalah main game online sama kakak-kakak loe . Akhirnya.......itung-itung tantangan buat gue juga
Yang disukai : basket , bola
Yang tidak disukai : cewek manja , cewek berisik , cewek cengeng , cewek rese !
Piss ..
Alvin !!
__ Sekian __
Sivia terpaku membaca tulisan itu . Kemudian ia mengambil kertas satunya yang ditulis oleh kakak-kakak kembarnya .
__ Untuk Sivia tersayang __
Kak Iel ganteng ::
Sivia , maaf ya . Kita bertiga ninggalin kamu (buat sementara aja kok) , tapi nggak perlu sedih . Kita sudah siapin Alvin buat kamu . Kami yakin Alvin adalah orang yang tepat . Ia juga bukan tipe 'pagar makan tanaman'
Kak Rio keren :
Sivia sayang , Alvin adalah surprise terakhir dari kami di ultah kamu yang ke-19 ini . Oya , ide surprise ini dari kakak loh . Sivia udah baca CV-nya Alvin ,kan ? Usianya 2 taon lebih muda dari kamu . Akhirnya kamu punya adek juga . Walaupun Alvin bukan tipe adek yang lucu dan menggemaskan .
Kak Cakka unyu-unyu --' :
(+) Alvin : sportif , solid , gantlemen , tipe setia , selalu bertanggung jawab , gak cengeng , gak playboy , gak penyakitan .
(-) Alvin : gampang jutek , cuek , agak rakus , sedikit cerewet , usil , doyan iseng .
Ini menurut kita bertiga loh .
By :
Kak Iel ganteng ,
Kak Rio keren ,
Kak Cakka unyu_unyu --'
__ Sekian __
" Oh my god ! Malapetaka baru !” Batin Sivia !
TBC :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar