Minggu, 01 Januari 2012

My Lovely Bro *Part 4

»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»

Gabriel , Rio , dan Cakka tampak begitu serius . Sepertinya , mereka sedang berpikir dan merangkai kata yang tepat untuk diucapkan pada Sivia . Namun itu membuat Sivia merasa curiga .

” Kak , sebenernya ada apaan sih ? Kok serius banget ?”

” Via , kali ini memang serius ” ujar Rio mulai angkat bicara .

” Hah ? Emang bakal ada apa lagi ” Sivia makin penasaran .

” Aduuuhh , loe aja deh Iel yang cerita ” ujar Rio

” Loe aja deh , gue nggak sanggup ”

” Mending loe deh Iel ” ujar Rio lagi .

” Mending loe RIO ”

” Loe ! Loe kan lebih tua ”

” Karena gue lebih tua , jadi gue suruh loe ”

” Udaah Iel , Rio , udaahh ..” Ujar Ify dan Shilla sambil menangkap pasangan mereka masing-masing .

” Mending gue yang bilang !” Usul Cakka .

” Yakin loe ?” Tanya Agni . Cakka mengangguk mantap .

Cakka kemudian memandang ke arah Iel , Rio , Shilla , Ify , Agni , dan kedua orang tuanya secara bergantian . Kemudian melangkah tepat kedepan Sivia .

Semua sudah tegang disana . Cakka memegang pundak Sivia dan menarik nafasnya pelan .

” Sebenernya ..........” Semua sudah amat sangat tegang .

” Kucing temen gue meninggal !”

Gubrak !!
Semuanya jadi cengo mendengar omongan Cakka . Iel dan Rio mendekat kearah Cakka dan ......

Pletak !
Pletak !

” Saakiiiittt ....” Ringis Cakka .

” Bego ! Orang sudah serius , eh loenya malah begini ”

” Dasar sarap !” Ujar Rio

” Udah udaah , sekarang langsung aja deh . Jangan buat Via penasaran !” Ujar Sivia .

” Mending gue yang ngomong ” usul Ify . Semuanya pun mengangguk .

” Via , sebenernya Rio , Iel , dan Cakka akan pindah .” Ujar Ify .

” What ? Pindah ?”

” Iyaa , Via . Iel , gue , sama Cakka bakalan pindah ke Amrik sama Ify , Agni , dan Shilla ” tambah Rio .

” Hah ? Kalo gitu , Sivia bakalan............”

” Tenang aja , Via ..” Cakka memegang pundak Sivia seolah menenangkan .

” Kita nggak akan biarin kamu kesepian ”

Sivia tak tau mau menjawab apa . Kalo dipikir-pikir , kepergian kakak bertiga-nya membawa dampak positif dan negatif .

” Kita udah persiapin semuanya ” Iel yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara .

” Maksudnya ?” Tanya Sivia

Rio , Cakka , dan Iel diam . Tiba-tiba Rio membawa seseorang untuk bergabung dengan mereka .

Penampilan lelaki yang dibawanya benar-benar berbeda dari tamu-tamu yang lain . Gayanya santai dan cuek . Ia hanya mengenakan kaos oblong dan celana jeans belel . Kakinya pun hanya beralaskan sandal jepit merk salah satu item olahraga terkenal .

” Alvin ” lelaki itu memperkenalkan dirinya didepan Sivia . Sivia pun menyambut uluran tangan itu .

” Loe Sivia kan ?” Tanya lelaki itu . Sivia hanya menganggukkan kepalanya .

” Alvin yang akan menggantikan kita bertiga selama kita di Amrik .” Pernyataan Iel membuat Sivia melongo .

” Ta ,, tapi .....”

” Sivia , ini sudah keputusan final kami . Tidak bisa di ganggu gugat ! Lagipula mama dan papa akan kembali ke Paris , mereka juga sudah setuju ” Cakka mengatakannya dengan tegas .

” Tapi gimana mungkin kalian mengambil keputusan penting tanpa persetujuan Sivia .” Sivia benar-benar tidak dapat menahan amarahnya .

” Buat kami , Sivia yang terpenting . Dan ini adalah jalan keluar yang terbaik !” Penjelasan Iel membuat Sivia makin marah .

Sivia menatap kearah Alvin , semoha ia setuju dengan keputusan Sivia . Tapi ...........

” Semoga loe sama gue bisa bekerja sama dengan baik ,” ujar Alvin yang lagi-lagi membuat Sivia melongo .

»»»»»

” Yo , apa keputusan loe udah bulat buat ninggalin Sivia ?” Tanya Ify pada Rio . Mereka berada di kolam renang .

” Iya , gue percaya sama Alvin . Gue kenal banget sama dia . Dan dia pasti nepatin janjinya ” jawab Rio mantap .

Ify duduk didekat Rio dan merebahkan kepalanya kedada Rio . Rio pun memeluk pinggang Ify .

” Aku takut Via nggak terima .” Ujar Ify .

” Tenang aja ! Ini keputusanku ! Kemana pun kamu , aku akan ikut !” Ujar Rio . Ia pun mengecup ubun-ubun Ify .

” Makasih ya , yo !”

»»»»»

” Ngapain sih loe pake acara ngikut-ngikut ke Amrik segala ?” Tanya Agni pada Cakka .

” Loe ? Emang kenapa ? Suka-suka gue dong ”

” Tapi kasian Sivia ”

” Punya rasa kasihan juga loe ?” Tanya Cakka .

” Cakkaaaaaaaaaa .........” Teriak Agni . Sedangkan Cakka sudah ngacir duluan .

»»»»»

” Kemanapun kau pergi , ku akan selalu temani mu . Dalam suka maupun duka ” ujar Iel sok puitis .

” Najis ! Gombalan apaan tuh ”

” Eeh , biar begini-begini itu usaha gue .”

” Gue kasian sama Sivia . Dia kayaknya nggak mau pisah sama kalian deh ”

” Itu cuma sekarang , soalnya dia belum kenal sama Alvin . Tapi nanti dia pasti bisa terima ” ujar Iel .

” Kalo dia nggak terima ?”

” Bodo amat ! Yang penting gue bisa selalu sama loe ” ujar Iel dan mengecup tangan Shilla .

»»»»»

Sivia menenggelamkan dirinya dalam selimut tebal sambil memeluk bantal Piggy , membuat suasana terasa lebih hangat .

Sivia mencoba untuk tidur , namun matanya tak bisa terpejam , padahal tubuhnya terasa lelah .

Ia keluar dari balik selimut dan duduk bersandarkan bantal . Ia meraih remote TV dan mencari saluran yang tepat . Tak lama , ia memencet tombol power ! Sama sekali tak ada yang menarik !

Pandangannya beralih pada map berwarna merah transparan yang tergeletak begitu saja di atas meja sebelah tempat tidurnya . Ia sama sekali tak berniat membuka map itu . Tapi karena tak ada yang menarik , ya apa boleh buat .

Untuk lebih meyakinkan Sivia tentang pengganti Iel , Rio , dan Cakka . Mereka memberi curriculum vitae dan surat keterangan milik Alvin .

Kertas pertama yang ia ambil adalah curriculum vitae . Sivia cengo karena melihat tulisan cakar ayam yang nyaris tak dapat ia baca .

__ Curriculum Vitae __

Nama lengkap : Alvin Jonathan sindhunata
Nama panggilan : Alvin
Alamat : 3 gang dari rumah loe , pager warna item , ada pohon cemara
No. Telpon : ntar deh gue kasih tau
Usia : 17 tahun
Pendidikan terakhir : SMP . Gue sekarang masih SMA kelas XIII , bentar lagi lulus bro !
Status : in relationship
Motivasi : sebenernya gue nggak punya motivasi buat jadi penjaga loe , tapi karena gue kalah main game online sama kakak-kakak loe . Akhirnya.......itung-itung tantangan buat gue juga
Yang disukai : basket , bola
Yang tidak disukai : cewek manja , cewek berisik , cewek cengeng , cewek rese !

Piss ..
Alvin !!

__ Sekian __

Sivia terpaku membaca tulisan itu . Kemudian ia mengambil kertas satunya yang ditulis oleh kakak-kakak kembarnya .

__ Untuk Sivia tersayang __

Kak Iel ganteng ::
Sivia , maaf ya . Kita bertiga ninggalin kamu (buat sementara aja kok) , tapi nggak perlu sedih . Kita sudah siapin Alvin buat kamu . Kami yakin Alvin adalah orang yang tepat . Ia juga bukan tipe 'pagar makan tanaman'


Kak Rio keren :
Sivia sayang , Alvin adalah surprise terakhir dari kami di ultah kamu yang ke-19 ini . Oya , ide surprise ini dari kakak loh . Sivia udah baca CV-nya Alvin ,kan ? Usianya 2 taon lebih muda dari kamu . Akhirnya kamu punya adek juga . Walaupun Alvin bukan tipe adek yang lucu dan menggemaskan .


Kak Cakka unyu-unyu --' :
(+) Alvin : sportif , solid , gantlemen , tipe setia , selalu bertanggung jawab , gak cengeng , gak playboy , gak penyakitan .
(-) Alvin : gampang jutek , cuek , agak rakus , sedikit cerewet , usil , doyan iseng .

Ini menurut kita bertiga loh .

By :
Kak Iel ganteng ,
Kak Rio keren ,
Kak Cakka unyu_unyu --'


__ Sekian __

" Oh my god ! Malapetaka baru !” Batin Sivia !


TBC :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar