Minggu, 01 Januari 2012

Ketemu Cinta di Asrama *part 10

**********

"Kemana dulu nih , Fy ?" tanya Rio . Sekarang ia dan Ify sedang berada tepat didepan pintu masuk sebuah mall .

"Kita makan dulu yuk !!" ajak Ify .

"Kok makan sih ? Gue kenyang nih." tolak Rio .

"ayolah kak Rio...." bujuk Ify dengan tampang melas .

"tapi gue males." tolak Rio

"kak Rio mah gitu...." ambek Ify . Ia menggembungkan pipinya dan melipat kedua tangannya diatas dadanya .

"gue nggak laper." ujar Rio

"gue laper." sungut Ify .

"gue nggak."

"gue laper."

"nggak."

"ayo."

"nggak."

"ayo.."

"nggak.."

"ayo."

"nggak."

"ayoo......"

"NGGAK !!" bentak Rio kesal . Ify kaget dan diam .

"Huuaaaa.... Kak Rio jahat...." Ify merengek sehingga orang-orang disekitar menatap Rio curiga . Rio bingung , ia langsung membekap mulut Ify .

"Mmmmmhhmppphmppbb......." Ify meronta .

"maaf ya bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian , adek saya memang agak kurang waras." ujar Rio sambil membawa Ify kesamping .

"apaan sih loe ngatain gue kurang waras ?" tanya Ify kesal .

"loenya sendiri pake nangis . Jadinya gue ditatap penuh curiga. Masa siganteng Mario Stevano Aditya Haling yang cakep gini dicurigain yang nggak-nggak." ucap Rio pede .

"najis."

"yaudah , sekarang kita makan deh . Kasian gue liat muka loe dengan tampang mupeng gitu." ujar Rio sambil mengacak-acak poni Ify .

"Asyiiiiikkkk........" teriak Ify , ia melingkarkan tangannya ditangan Rio . Rio tersenyum manis pada Ify . Mereka-pun masuk kedalam mall itu untuk mencari makan --'

*****

"Kak , sini deh..." Sivia memanggil Alvin . Ia sekarang ada ditoko kaca mata .

"apaan , Vi ?" tanya Alvin .

"coba deh kakak pake kaca mata ini.." Sivia memberikan sebuah kacamata berwarna hitam pada Alvin .

"Gimana Vi ?" tanya Alvin .

"Wuuiiihhh...... Kakak cakep." ceplos Sivia . Ia kemudian langsung menutup mulutnya . Alvin tersenyum bangga dan melepaskan kacamatanya .

"Gue emang cakep , Vi ." ujar Alvin narsis .

"narsis amat loe kak." ujar Sivia .

"kan loe sendiri yang bilang kalau gue cakep." ujar Alvin pada Sivia sambil menurun naikkan alisnya dan menampilkan senyuman menggoda pada Sivia .

"nggak , cuman kacamatanya yang oke." gengsi Sivia .

"masa sih?" goda Alvin .

"I..iya..." Sivia salting karena Alvin terus mendekatkan wajahnya padanya .

"Masa sih ??" goda Alvin lagi .

"kak Alvin apaan sih .. Sana jauh-jauh..." Sivia menutup mukanya yang sudah memerah .

"Hahahaaa......" tawa Alvin .

"kok ketawa ?" tanya Sivia . Ia sudah membuka matanya .

"Nggak apa-apa...." ujar Alvin sambil terkekeh .

"Loe mau beli kacamata yang mana ?" tanya Alvin .

"bingung kak.. Bagusan mana ini , ini , sama ini ?" tanya Sivia sambil memperlihatkan 3 kacamata . Masing-masing berwarna biru , coklat , dan pink .

"Gue suka loe pake yang warna biru . Cobain deh...." Sivia pun memakai kacamata birunya .

"Bagus , Vi ." puji Alvin .

"Ya udah , Sivia milih ini . Kakak sendiri yang mana ?" tanya Sivia .

"yang hitam , pilihan loe tadi aja deh . Gue tunggu diluar ya...." ucap Alvin . Sivia mengangguk dan pergi kekasir sementara Alvin menunggu diluar .

"Cantik luar dalam....." gumam Alvin sambil melihat Sivia dari luar dan tersenyum kecil .

*****

"Hhhhuuuuuaaaaaaa..........." teriak Cakka .

"Ayoo kak....." Agni menarik paksa tangan Cakka .

"Loe mau ngebunuh gue ?" tanya Cakka yang tangannya masih memeluk sebuah pohon --???

"mau nggak mau , loe harus mau . Cepetan...." Agni menarik kuat tangan Cakka .

"Lepasin !!" berontak Cakka sambil melepaskan tangannya dari Agni .

"Gue males naik itu ,, kita udah naik macem-macem kan ,, termasuk apa tuh namanya ,, tornado ...." gerutu Cakka .

"terus kenapa ?" tanya Agni .

"gue muaaaal....." jawab Cakka .

"Yaaahh kakak mau gitu kan ,, satu ini aja lagi kak :( " pinta Agni .

"Nggak'ah....." tolak Cakka .

"Itukan nggak tinggi banget kak...." bujuk Agni .

"Gua kagak mau... Loe bilang nggak tinggi ?? Katarak tu mata loe....." ujar Cakka .

Agni sekarang sedang membujuk Cakka supaya mau naik Histeria dengannya .

"Satu kali ini aja kak :( " Agni memelas . Cakka jadi kasian .

"Ya udah ,, cuman satu kali ini yaa......."

"Iyaa boss !!" siap Agni .

*****

"Kak , bagusan mana ??" tanya Shilla pada Iel sembari menenteng 2 buah dress berwarna pink dan hitam .

"Kalo Shilla yang make ,, semuanya oke.." ucap Iel membuat wajah Shilla merah merona .

"Kakak mah gitu'ah .. Bikin Shilla malu....." ucap Shilla . Iel terkekeh .

"bagi aku ,, kamu mau kayak gimanapun tetap cantik..." jujur Iel . Ia menatap Shilla tajam . Shilla tersenyum manis pada Iel .

"makasih ya kak ,," ujar Shilla tersenyum manis .

"Sama-sama cantik... Tapi kakak suka yang itu . Kayaknya cocok sama kamu....." Iel menunjuk dress berwarna pink yang ada ditangan kanan Shilla .

"Ya sudah , aku pilih yang ini deh... Kakak sendiri nggak beli ?" tanya Shilla .

"gue nggak bisa milih yang bagus ,, gue mau loe yang pilih ,, gue yakin pilihan loe pasti bagus..." goda Iel .

"Ya udah , sini ikut Shilla ." Shilla menarik tangan Iel ketempat pakaian laki-laki .

"kakak mau pake apa ??" tanya Shilla . Iel mikir .

"Gue mau pake jas warna hitam ,, carikan yaa maniss..." ujar Iel menggoda .

"Iiihh , nggak usaah ngerayu . Kakak tunggu disini . Shilla cari dulu....." Shilla pergi mencarikan pakaian Iel .

"nggak sabar cepat-cepat prom night......" batin Iel .

*****

"Makasih ya kak , udah nemenin Ify ke mall...." ujar Ify pada Rio .

"Hhmm......" Rio asyik menikmati ice creamnya .

"Kakak nggak terpaksa kan jalan sama Ify ?" tanya Ify menatap wajah Rio . Rio menghentikan aktivitasnya dan menatap Ify .

"Gue nggak kepaksa kok . Gue emang mau jalan sama loe..." ujar Rio ramah . Ify tersenyum dan menikmati kembali ice cream ditanyannya .

"Lain kali temenin Ify jalan lagi ya kak...." ujar Ify manja .

"Iya cantik , kemanapun loe mau gue turutin...." Rio kembali menatap Ify dan tersenyum pada Ify .

Hening !!
Setelah itu keduanya sama-sama terdiam . Asyik memakan ice creamnya . Tiba-tiba Rio mengambil sapu tangan disakunya dan melapnya kesudut bibir Ify .

"Eh......" kaget Ify lalu menatap Rio .

"anak cewek jangan makan belepotan...."

"nah , kalau gini kan enak dipandang..." Rio kembali dan lagi-lagi tersenyum pada Ify .

"senyuman maut .. Gue pengen meleleh...." batin Ify .

*****

"Loe mau gue anter sampai kedalem asrama?" tanya Alvin yang kini tengah berada diparkiran asrama .

"Nggak usah kak...." tolak Sivia lembut .

"Makasih ya kak udah nemenin Sivia...." lanjut Sivia .

"Sama-sama....."

"kakak nggak keberatan kan ? Nggak nyesel kan ? Soalnya kan Sivia tadi bawel banget , terus banyak banget malah belanjaannya , kakak nggak capek apa ? Terus..............." Cerocos Sivia terhenti saat Alvin meletakkan jari telunjuknya dibibir Sivia .

"gue nggak akan keberatan , nyesel , dan capek , asal sama loe...." ujar Alvin .

"maksud kakak ?" Sivia bingung bercampur senang .

"kalo lo minta temenin gue seharian di mall terus belanjaan banyak , gue nggak akan kerepotan asal sama loe...." Alvin menjelaskan .

"Eemmm....."

"Istirahat yang cukup yaa.... Nanti gue jemput loe...." ujar Alvin mengacak-acak poni Sivia .

"Daah kak Alvin...." Sivia kemudian masuk kedalam asramanya . Sedangkan Alvin kembali keasramanya sendiri .

*****

"Masya Allah , ni cewek mau nyiksa gue sampai kapan ??" batin Cakka . Ia sedang duduk disebuah kursi sambil menunggu Agni yang katanya ingin membeli sesuatu dahulu .

"Kak....." panggil Agni . Cakka menoleh kearah Agni .

"Pulang aja yuk !!" ujar Agni .

"Sekarang ?" tanya Cakka . Agni mengangguk .

"Ayok !!" ujar Cakka .

Diperjalanan , Agni dan Cakka hanya berdiam diri .

"Udah sampai....." Cakka memberitahu Agni . Namun ternyata Agni tertidur . Cakka menatap wajah polos Agni lewat kaca spion dan tersenyum .

Sekitar 15 menit kemudian Agni bangun dan kaget lalu melepaskan pelukannya pada Cakka .

"Sorry kak , gue nggak sengaja..." ujar Agni gugup sambil turun dari motor Cakka .

"Nggak apa-apa kok . Udah sampai nih.." ucap Cakka ramah .

"Makasih ya kak :) "

"Iyaa ... Masuk gih , istirahat buat nanti..." nasihat Cakka .

"Nih....." Agni memberi sebuah kotak pada Cakka .

"apaan nih ?" tanya Cakka .

"buat kakak , karena kakak udah nemenin Agni . Makasih ya kaak.........." Agni langsung ngacir kedalam asramanya .

Cakka terdiam mematung . Ia memandang kotak yang diberi Agni . Dibukanya kotak itu , dan diambilnya isi kotak tersebut .

Isi kotak itu adalah sebuah handuk kecil berwarna merah . Cakka tersenyum dan melihat sebuah kertas dibawah handuk itu . Iapun mengambilnya dan membacanya .

"makasih udah nemenin Agni . Maaf kalau Agni ngerepotin ya kak . Mohon terima hadiah dari Agni :) "

Cakka tersenyum lebih lebar membaca kertas itu dan memasukkan kembali handuk itu kekotaknya lalu pergi keparkiran untuk memarkir motornya .

Dan dari kajuhan , terlihatlah seorang wanita yang tersenyum melihat senyuman lebar Cakka .

"untunglah dia suka...."

*****

"Pegangan dong Shill...." teriak Iel . Ia dan Shilla sedang dalam perjalanan pulang .

"Nggak'ah .. Males..." ucap Shilla . Iel kesal dan menggas motornya sehingga Shilla akhirnya memeluknya .

"Kak Iel mau bunuh Shilla yaa ??" teriak Shilla ketakutan .

Namun Iel tak menghiraukannya . Ia malah menambah kecepatan motornya . Dan alhasil Shilla harus memeluk Iel sepanjang jalan .


TBC :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar