**********
"Ada yang punya ide nggak buat pertunjukkan kita nanti?" tanya Sion , selaku ketua ekskul drama/teater .
"gimana kalau tentang snow white." usul Nova
"Snow black aja." timpal Lintar yang dipelototin semuanya .
"Hey you ,, punya ide itu yang bener napa." tegur Edgar .
"Loh ? Kan kalo ada snow white , berarti harus ada snow black."
"Ide lain?" tanya Sion
"Romeo & Juliet." serempak Edgar dan Nabila
"Cinderella." usul Nova lagi .
"Kancil dan Buaya." usul Lintar .
"Ee busyeeett dah , ni anak idenya nggak ada yang beres." ucap Rio yang sedari tadi hanya diam .
"Ide loe sendiri gimana , Io ?" tanya Sion .
"Sion , gue ini ketua ekskul musik , kenapa gue harus ikutan drama sih ?" protes Rio .
"Loe nggak bisa nolak , ini ide Gabriel ya ." jawab Sion .
"Kabayan." usul Dayat lagi .
"Ken Arok dan Ken Dedes." usul Nova .
"Itu noh , apaan ya namanya . Pochahontas ? Hah ? Apaan ? Barbie deh." usul Nabila geje .
"Malin Kundang." usul Edgar .
"LUTUNG KASARUNG." teriak Lintar dengan suara toanya --'
"Ee busyeeett , perasaan gue nggak enak nih." batin Rio kacau .
"Eemmhh , lutung kasarung ya??" Sion berfikir sejenak .
"siapa yang jadi lutungnya?" tanya Edgar . Semuanya diam hening .
"perasaan gue emang nggak enak nih...." batin Rio makin kacau . Tiba-tiba semuanya serempak menatap Rio .
"Tuh kan , bener deh firasat gue." keringat dingin bercucuran dari wajah Rio .
"Rio kan item , Rio aja." ujar Lintar #justory#
"somplaaaakk !! Ogah gue." tolak Rio .
"Loh kenapa ? Bagus loh idenya Lintar." sahut Edgar dan diangguki yang lainnya .
"Haii , sorry . Gue telat ya ." ujar Ify yang tiba-tiba datang dan langsung duduk ditengah-tengah Sion dan Dayat .
"eh , jadi loe yang anak kelas X itu ya ?" tanya Edgar . Ify mengangguk .
"kenapa telat , Fy ?" tanya Nova yang sudah akrab dengan Ify .
"nggak apa-apa kok kak , tadi gue keasyikan nyirem taneman , jadinya lupa meeting drama hari ini." jelas Ify , yang lainnya cuman manggut-manggut .
"gimana ? Udah dapet ide ?" tanya Ify . Semuanya serempak menggeleng .
"gimana kalau bikin cerita sendiri , yang bukan dongeng." usul Ify .
"maksud loe ?" tanya Lintar .
"maksud gue gini loh kak , kita bikin cerita sendiri deh . Nggak perlu ngangkat cerita dari dongeng . Kita ngarang sendiri aja." ujar Ify menjelaskan .
"Waahh , boleh juga tuh." sahut Sion .
"kalo gitu cepetan deh buat naskah dan tentuin tokohnya , gue pengen tidur nih." ujar Rio .
"Oke , dan susunan tokohnya.............................
*****
"Sivia , Alvin , kalian istirahat saja dulu . Pasti sudah sangat capek kan ." ujar bu Winda .
"Makasih bu." ucap Alvin dan Sivia . Mereka kemudian beristirahat sejenak .
"Kak Alvin." sapa Sivia . Ia memegang pundak Alvin yang sedang duduk santai didepan ruang musik .
"Eh......"
"Sivia boleh duduk." izin Sivia . Alvin mengangguk .
"Mau minum ?" tanya Sivia sambil menyodorkan sebotol air mineral pada Alvin . Alvin mengambilnya dan meminumnya .
"Thengs ya." ucap Alvin .
"kak Alvin kenapa ? Sakit ya ?" tanya Sivia khawatir sambil memegang kening Alvin .
"Nggak apa-apa kok , Vi . Gue sehat." ujar Alvin pelan . Sivia melepaskan tangannya .
"kak Alvin butuh teman curhat ? Bisa curhat sama Sivia kok." ujar Sivia . Alvin menatap lembut Sivia .
" apa gue salah kalau nggak bisa lupain seseorang yang pernah jadi bagian hidup gue tapi udah nyakitin gue ?" tanya Alvin . Kemudian ia kembali menatap kosong kedepan .
"Gue lagi kangen seseorang Vi." ucap Alvin lirih . Sivia memandang wajah Alvin yang terlihat sedih .
"siapa kak ?" tanya Sivia penasaran .
"dia cewek yang paling gue cinta setelah nyokap dan oma gue." jawab Alvin .
"sekarang dia kemana ?"
"dia udah pergi , Vi . Dia tega ninggalin gue disaat gue bener-bener cinta sama dia ." jawab Alvin lirih .
"kakak yang sabar ya , kakak pasti kuat . Via yakin , nanti kakak akan nemuin pengganti dia." ujar Sivia memberikan semangat pada Alvin . Alvin tersenyum tipis pada Sivia dan mengacak-acak rambut Via .
"yuk masuk." ajak Alvin , sivia mengangguk dan mengikuti Alvin .
*****
"Huuaaaaaaahh...... Capeeekk......"
"Agni , mau mie kagak?" tanya Sensen .
"minta satu." Agni mengambil satu mie yang dibawa Sensen .
"Thengso ya." ucap Agni . Agni kemudian bangun hendak mengambil air diatas meja , namun kakinya terhalang kabel . Alhasil mie yang ia bawa melayang dan.......
Pluk !!
Jatuh dikepala seseorang . Agni menatap orang itu dari bawah .......
Glek !!
Agni menelan ludahnya sendiri melihat siapa orang yang kejatuhan mie-nya .
"Aaaaaaaagggnniiiiiiiii......." marah orang itu . Agni langsung ngacir .
"Tungguuuuuu........" Cakka , dialah orang yang dijatuhi oleh mie Agni . Cakka mengejar Agni .
Agni yang dikejar berlari ketaman dan mengambil selang , lalu membuka kran dan menyiram kearah Cakka .
"Agnii...stop..stop .. Gue basah nih." ujar Cakka dengan menyilangkan tangannya untuk melindungi wajahnya . Cakka kemudian melihat selang yang tergeletak ditanah , dan mengambilnya . Kemudian ikut menyiram kearah Agni .
Hasilnya mereka berdua malah main siram-siraman .
*****
"Lalalalaaa.........."
"Lukisan lo bagus juga." puji Iel . Shilla yang kaget langsung menoleh kearah Iel mencubit perut Iel .
"Aaaww... Sakit neng." ringis Iel .
"Nggak usah ngagetin gitu dong kak." omel Shilla .
"Sorry cantik , jangan marah ya :) . Nanti cantiknya hilang" goda Iel .
"apaan sih ." Shilla kembali duduk dikursinya dan melanjutkan lukisannya .
"Lukisan yang cantik , sama kayak orangnya." ucap Iel .
"apaan sih kak Iel , nggak usah ngegombal." ujar Shilla yang sudah mulai salting .
Iel gemas melihat tingkah Shilla . Ia mengambil satu buah kuas dan menoelkannya kedagu Shilla . Hingga wajah Shilla terkena cat berwarna biru .
"Kak Iel.... Apaan sih." Shilla juga mengambil kuas dan menoel kewajah Iel . Mereka kemudian main toel-toelan :p
"Capek kak...." Shilla menyudahi acara toel-toelannya dengan Iel .
"Gimana kalau kita ngelukis berdua !" ajak Iel .
"boleh juga tuh kak." Ujar Shilla .
Kini Shilla dan Iel berdiri didepan kertas buat ngelukis #apaantuhnamanya? Lupa -- ? Kanvas ya# .
Tangan kiri Iel memegang pinggang Shilla , dan tangan kanannya melukis bersama Shilla
TBC :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar