Minggu, 01 Januari 2012

Ketemu Cinta di Asrama *part 7

**********

"Ada yang punya ide nggak buat pertunjukkan kita nanti?" tanya Sion , selaku ketua ekskul drama/teater .

"gimana kalau tentang snow white." usul Nova

"Snow black aja." timpal Lintar yang dipelototin semuanya .

"Hey you ,, punya ide itu yang bener napa." tegur Edgar .

"Loh ? Kan kalo ada snow white , berarti harus ada snow black."

"Ide lain?" tanya Sion

"Romeo & Juliet." serempak Edgar dan Nabila

"Cinderella." usul Nova lagi .

"Kancil dan Buaya." usul Lintar .

"Ee busyeeett dah , ni anak idenya nggak ada yang beres." ucap Rio yang sedari tadi hanya diam .

"Ide loe sendiri gimana , Io ?" tanya Sion .

"Sion , gue ini ketua ekskul musik , kenapa gue harus ikutan drama sih ?" protes Rio .

"Loe nggak bisa nolak , ini ide Gabriel ya ." jawab Sion .

"Kabayan." usul Dayat lagi .

"Ken Arok dan Ken Dedes." usul Nova .

"Itu noh , apaan ya namanya . Pochahontas ? Hah ? Apaan ? Barbie deh." usul Nabila geje .

"Malin Kundang." usul Edgar .

"LUTUNG KASARUNG." teriak Lintar dengan suara toanya --'

"Ee busyeeett , perasaan gue nggak enak nih." batin Rio kacau .

"Eemmhh , lutung kasarung ya??" Sion berfikir sejenak .

"siapa yang jadi lutungnya?" tanya Edgar . Semuanya diam hening .

"perasaan gue emang nggak enak nih...." batin Rio makin kacau . Tiba-tiba semuanya serempak menatap Rio .

"Tuh kan , bener deh firasat gue." keringat dingin bercucuran dari wajah Rio .

"Rio kan item , Rio aja." ujar Lintar #justory#

"somplaaaakk !! Ogah gue." tolak Rio .

"Loh kenapa ? Bagus loh idenya Lintar." sahut Edgar dan diangguki yang lainnya .

"Haii , sorry . Gue telat ya ." ujar Ify yang tiba-tiba datang dan langsung duduk ditengah-tengah Sion dan Dayat .

"eh , jadi loe yang anak kelas X itu ya ?" tanya Edgar . Ify mengangguk .

"kenapa telat , Fy ?" tanya Nova yang sudah akrab dengan Ify .

"nggak apa-apa kok kak , tadi gue keasyikan nyirem taneman , jadinya lupa meeting drama hari ini." jelas Ify , yang lainnya cuman manggut-manggut .

"gimana ? Udah dapet ide ?" tanya Ify . Semuanya serempak menggeleng .

"gimana kalau bikin cerita sendiri , yang bukan dongeng." usul Ify .

"maksud loe ?" tanya Lintar .

"maksud gue gini loh kak , kita bikin cerita sendiri deh . Nggak perlu ngangkat cerita dari dongeng . Kita ngarang sendiri aja." ujar Ify menjelaskan .

"Waahh , boleh juga tuh." sahut Sion .

"kalo gitu cepetan deh buat naskah dan tentuin tokohnya , gue pengen tidur nih." ujar Rio .

"Oke , dan susunan tokohnya.............................

*****

"Sivia , Alvin , kalian istirahat saja dulu . Pasti sudah sangat capek kan ." ujar bu Winda .

"Makasih bu." ucap Alvin dan Sivia . Mereka kemudian beristirahat sejenak .

"Kak Alvin." sapa Sivia . Ia memegang pundak Alvin yang sedang duduk santai didepan ruang musik .

"Eh......"

"Sivia boleh duduk." izin Sivia . Alvin mengangguk .

"Mau minum ?" tanya Sivia sambil menyodorkan sebotol air mineral pada Alvin . Alvin mengambilnya dan meminumnya .

"Thengs ya." ucap Alvin .

"kak Alvin kenapa ? Sakit ya ?" tanya Sivia khawatir sambil memegang kening Alvin .

"Nggak apa-apa kok , Vi . Gue sehat." ujar Alvin pelan . Sivia melepaskan tangannya .

"kak Alvin butuh teman curhat ? Bisa curhat sama Sivia kok." ujar Sivia . Alvin menatap lembut Sivia .

" apa gue salah kalau nggak bisa lupain seseorang yang pernah jadi bagian hidup gue tapi udah nyakitin gue ?" tanya Alvin . Kemudian ia kembali menatap kosong kedepan .

"Gue lagi kangen seseorang Vi." ucap Alvin lirih . Sivia memandang wajah Alvin yang terlihat sedih .

"siapa kak ?" tanya Sivia penasaran .

"dia cewek yang paling gue cinta setelah nyokap dan oma gue." jawab Alvin .

"sekarang dia kemana ?"

"dia udah pergi , Vi . Dia tega ninggalin gue disaat gue bener-bener cinta sama dia ." jawab Alvin lirih .

"kakak yang sabar ya , kakak pasti kuat . Via yakin , nanti kakak akan nemuin pengganti dia." ujar Sivia memberikan semangat pada Alvin . Alvin tersenyum tipis pada Sivia dan mengacak-acak rambut Via .

"yuk masuk." ajak Alvin , sivia mengangguk dan mengikuti Alvin .

*****

"Huuaaaaaaahh...... Capeeekk......"

"Agni , mau mie kagak?" tanya Sensen .

"minta satu." Agni mengambil satu mie yang dibawa Sensen .

"Thengso ya." ucap Agni . Agni kemudian bangun hendak mengambil air diatas meja , namun kakinya terhalang kabel . Alhasil mie yang ia bawa melayang dan.......

Pluk !!
Jatuh dikepala seseorang . Agni menatap orang itu dari bawah .......

Glek !!
Agni menelan ludahnya sendiri melihat siapa orang yang kejatuhan mie-nya .

"Aaaaaaaagggnniiiiiiiii......." marah orang itu . Agni langsung ngacir .

"Tungguuuuuu........" Cakka , dialah orang yang dijatuhi oleh mie Agni . Cakka mengejar Agni .

Agni yang dikejar berlari ketaman dan mengambil selang , lalu membuka kran dan menyiram kearah Cakka .

"Agnii...stop..stop .. Gue basah nih." ujar Cakka dengan menyilangkan tangannya untuk melindungi wajahnya . Cakka kemudian melihat selang yang tergeletak ditanah , dan mengambilnya . Kemudian ikut menyiram kearah Agni .
Hasilnya mereka berdua malah main siram-siraman .

*****

"Lalalalaaa.........."

"Lukisan lo bagus juga." puji Iel . Shilla yang kaget langsung menoleh kearah Iel mencubit perut Iel .

"Aaaww... Sakit neng." ringis Iel .

"Nggak usah ngagetin gitu dong kak." omel Shilla .

"Sorry cantik , jangan marah ya :) . Nanti cantiknya hilang" goda Iel .

"apaan sih ." Shilla kembali duduk dikursinya dan melanjutkan lukisannya .

"Lukisan yang cantik , sama kayak orangnya." ucap Iel .

"apaan sih kak Iel , nggak usah ngegombal." ujar Shilla yang sudah mulai salting .

Iel gemas melihat tingkah Shilla . Ia mengambil satu buah kuas dan menoelkannya kedagu Shilla . Hingga wajah Shilla terkena cat berwarna biru .

"Kak Iel.... Apaan sih." Shilla juga mengambil kuas dan menoel kewajah Iel . Mereka kemudian main toel-toelan :p

"Capek kak...." Shilla menyudahi acara toel-toelannya dengan Iel .

"Gimana kalau kita ngelukis berdua !" ajak Iel .

"boleh juga tuh kak." Ujar Shilla .

Kini Shilla dan Iel berdiri didepan kertas buat ngelukis #apaantuhnamanya? Lupa -- ? Kanvas ya# .
Tangan kiri Iel memegang pinggang Shilla , dan tangan kanannya melukis bersama Shilla


TBC :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar