*****
"Yeeeaaayyy..... Kak Gabriel , kak Gabriel . Shilla bisa nyelesein nih rubik." teriak Shilla kesenangan .
Gabriel yang sedang asyik dengan laptopnya langsung mematikan laptopnya dan menaruhnya kembali dalam tasnya , kemudian ia berjalan mendekati Shilla dan tersenyum pada Shilla . Shilla yang melihat senyuman Gabriel jadi salting sendiri .
"Kak Gabriel liat kan , Shilla berhasil." ujar Shilla sambil memperlihatkan rubiknya .
"Nggak usah panggil kak Gabriel , kak Iel aja cukup." ucap Iel lalu mengambil rubiknya dan memasukkan dalam tasnya . Lalu ia mengambil buku dan pen Shilla . Iel mencoret buku Shilla dengan tanda tangannya .
"ini tanda tangan gue." Iel menyerahkan buku Shilla , dan Shilla mengambilnya .
"sekarang kamu boleh istirahat." ujar Iel sambil mengacak-acak rambut Shilla . Baru 5 langkah Iel berjalan , Shilla memanggil .
"kak Iel..." panggil Shilla . Iel menghentikan langkahnya lalu menghadap kearah Shilla .
"kenapa ??" tanya Iel . Shilla berjalan mendekati Iel lalu mengambil BB-nya yang ada di kantongnya .
"Aku minta nomer kakak dong." ujar Shilla blak-blakan .
Iel tersenyum lalu memencet tombol angka , dan menuliskan nomernya .
"Ini no.hp gue." ujar Iel .
"makasih ya kak :)"
"sama-sama , gue duluan ya Shill..." pamit Iel .
"iya kak." jawab Shilla malu-malu .
"nomer kak Iel , yesss!!!" gumam Shilla .
"gilaaaa , gue kok bisa ngasih nomer gue ke dia ya ?? Padahal nomer gue privacy .. Aaaahhh , dia cantik banget" batin Iel dijalan sambil senyum-senyum sendiri .
***
"Eh , loe , siapa nama loe ? Ahh , bodo amat . Setengah cewek setengah cowok , pulang yuk !! Udah 2 jam nih.." teriak Cakka dari kejauhan pada Agni .
"................."
"loe denger nggak ??" teriak Cakka lagi .
"..................."
"kemana sih tuh anak , samperin aja deh." gumam Cakka . Ia lalu menghampiri Agni . Ternyata Agni tertidur .
"Ckckck , ternyata nih cewek jadi-jadian cantik juga ya." Cakka memperhatikan Agni yang sedang tertidur .
Cakka membelai wajah Agni , dan membelai bibir Agni . Ia mendekati wajah Agni , dan mengecup kening Agni . Kemudian ia mendekat kearah bibir Agni .
"nggak!! Nggak boleh , loe ngelakuin apaan sih , Cakk?" Cakka memukul kepalanya sendiri .
"Woyy ,, bangun!!" Cakka mencoba membangunkan Agni .
"emmh....." Agni membuka matanya perlahan , dan dilihatnya sekarang Cakka sedang menatapnya dengan tampang WATADOS .
"huaaa..... Ngapain loe disini ? Loe ngapain gue ? Huaaa........mmmbmmbbmmhmbbmmhh" mulut Agni langsung dibekap oleh Cakka .
"Woyy , loe mau ngebunuh gue ya kak?" tanya Agni .
"loe itu nggak usah teriak-teriak gitu dong , biasa aja bisa nggak sih?" omel Cakka .
"loe ngapain deketin gue ? Jangan-jangan loe macem-macem sama gue." tuduh Agni .
"eh , gue nggak ngapa-ngapain loe . Gue nggak nafsu sama cewek jadi-jadian kayak loe." bantah Cakka .
"yang bener?" tanya Agni sambil menyipitkan matanya .
"i..i..iaa.... Beneran!!" jawab Cakka gugup .
"masa sih? Nggak bohong? Serius?" tanya Agni .
"PeDe banget sih loe . Udah deh , berapa ikan yang loe dapetin?" tanya Cakka mengalihkan pembicaraan .
"gue dapet 4 , tadi ketiduran ." jawab Agni singkat .
"yeeeaaaayy , menang gue dong !! Gue dapet 5 , haha...." tawa kemenangan Cakka .
"Shitt !! Damn !! Sekarang loe mau apa??" tanya Agni kesal .
"gue mau loe masak di kantin Asrama .. Loe bikin makanan yang enak ya , sama ikan yang gue dapetin." ujar Cakka .
"masak?"
"Iya , masak . Kenapa ? Nggak bisa loe ? Upps , loe kan cewek jadi-jadian." ujar Cakka mengejek .
Pletak!!
Sebuah kerikil sukses mendarat dikepala Cakka !!
"gue biar tomboy gini , tapi masalah masak mah gampang !! Dan ingat !! Jangan panggil gue cewek jadi-jadian lagi . Kalau nggak........." ancam Agni sambil memperlihatkan tangannya dan memelototkan matanya .
"Oke , sorry . Gue nggak tau sih siapa nama loe siapa , jadi gue panggil cewek jadi-jadian aja."
"gue Agni ." ujar Agni memperkenalkan dirinya .
"Ya udah , sini buku loe !! Gue tanda tanganin . Tapi , sehabis MOS , loe langsung masak dikantin asrama ya . Khusus buat gue !!" perintah Cakka .
"oke !!" jawab Agni .
Setelah Cakka selesai mendatangani buku Agni , Agni-pun meninggalkan Cakka sendiri di tepi danau itu .
"Cewek aneh..." batin Cakka sambil nyengir gaje .
"maa , anakmu yang paling ganteng sedunia ini kayaknya jatuh cinta lagi deh." gumam Cakka .
***
"Pohon , gue sayang sama loe . Pliss , terima gue . Gue nggak bisa hidup tanpa loe !!" mohon Sivia . Keringat sudah membasahi wajahnya , karena sudah hampir 1 jam ia merayu pohon itu .
"yang bener dong ngerayunya!!" protes Alvin yang masih dalam posisi tiduran diatas rumput .
"pohon , ngomong dong !! Gue akan ngelakuin apa aja asal loe nerima gue . Gue sayang sama loe . Apa loe tega nolak gue ? Gue kurang apa ? Gue cantik , gue manis , gue imut , gue ngangenin , gue ngegemesin , gue perfect dah" ujar Sivia dengann gaya narsisnya .
Sementara Sivia merayu pohon supaya menerima dan berbicara padanya , Alvin ?? Ia malah cekikikan sendiri .
"Pohon , gue udah capek nih . Terima gue dong !!" ucap Sivia . Ia lalu terduduk didekat Alvin . Alvin kemudian bangun dan duduk disebelah Sivia .
"udah deh , nggak usah diterusin . Sumpah , wajah loe aneh banget." kata Alvin cekikikan .
"kak Alvin jahat , masa gue harus ngomong sama pohon sih . Ini termasuk penyiksaan tau." protes Sivia . Ia menggembungkan pipinya .
"Loe keringatan ya!!" Alvin kemudian mengambil sapu tangan yang ada di kantong celananya dan mengelap keringat Sivia . Wajah Sivia menjadi memerah , bak udang rebus .
"udah kak , apaan sih." Sivia melepaskan tangan Alvin .
"sorry , habisnya loe keringatan gitu."
"gue mau balik kekelas nih , tanda tangan dulu." perintah Sivia .
Alvin kemudian tanda tangan dibuku milik Sivia yang bersampul warna biru .
"Udah kan ? Lucu juga loe tadi . Haha....." Alvin tertawa dan meninggalkan Sivia .
"Dasar nyebelin , sarap . Diliat aja pendiam , kayak patung , aslinya kayak gitu." gerutu Sivia .
"tapi tadi kak Alvin baik banget , keringat aku di lap sama dia , romantis banget." lanjutnya sambil tersenyum manis .
Tiba-tiba HP Sivia bergetar , pertanda sms masuk .
From :: Shillong
Vi , loe dimana ? Gue lagi dikelas kita nih . Kita bertiga dapet kelas X-1 . Agni udah ada sama gue , kalo Ify masih ngejalanin tugasnya.
Sivia menghela nafas kemudian menaruh hp-nya kembali kekantongnya . Dan beranjak untuk mencari kelas X-1 .
***
"Ya Tuhaaann , waktunya tinggal 10 menit lagi. Mana macet kayak gini . Kalau gue lari sempat nggak ya ?? Di sempat-sempatin aja. Mas , ini uangnya . Saya berenti disini." Ify menyerahkan uang untuk membayar angkot yang ia tumpangi . Ify kemudian berlari menuju sekolahannya .
Sementara itu ..
"Loe ngerjain Shilla kayak gitu ? Mantep Iel .
"loe sendiri gimana Cak?" tanya Alvin
"gue ngajak dia mancing. Haha... Tapi tetap gue yang menang." jawab Cakka mantap .
"loe Vin ?" tanya Rio .
"gue suruh cewek itu nembak pohon , eh , dia nembak beneran . Ngakak sumpah gue liat dia." jawab Alvin .
"waaahh , parah loe , Vin." ujar Iel .
"loe sendiri , Io ?" tanya Cakka .
"gue nyuruh anak baru itu beliin gue bubur tinutuan , KFC , ama Sushi . Dan dia gue kasih waktu 30 menit !!" jawab Rio santai sambil makan Chitato .
"30 menit ? Nyari makanan pesanan loe itu ?" tanya Iel .
"ia , dan gue yakin dia pasti dateng." jawab Rio .
Brak!!
Pintu di buka paksa oleh seseorang . Alvin , Rio , Cakka , dan Gabriel menatap kearah pintu .
"Heh , sarap !!" tunjuk Ify pada Iel .
"Nih makanan pesanan loe , sumpah , capek banget gue . Gue lari dari jalan tol tau" omel Ify kemudian menaruh makanan diatas meja .
"Io , loe nyuruh cewek ini nyari makanan pesanan loe ?" tanya Gabriel , Rio mengangguk !!
Pletak !!
Jitakan lagi-lagi mendarat dengan mulus , kali ini dikepala Rio .
"aduuuhh , apaan sih Yel." protes Rio .
"Asal loe tau ya Mario Stevano Aditya Haling , si Alyssa Saufika Umari ini adalah ADEK gue !!" ucap Iel pada Rio . Rio jadi mangap (?) , sedangkan Alvin & Cakka cengo --' .
Ify ? Ia sekarang duduk di sofa dekat Iel .
"adek loe?" tanya Rio tak percaya .
"ia , dia adek gue."
"loe punya adek , Iel ? Masa dia adek loe , sih ? Adek loe cantik , nah loe ? Jelek!!" ucap Cakka yang (lagi-lagi) mendapat toyoran dari Iel .
"dia adek gue monyong , tanyain aja sama dia."
"loe beneran adek Iel ?" tanya Alvin .
"iya , gue adek kak Iel . Kenapa ?" tanya Ify galak .
"Eh , Rio sarap . Gue udah ngelaksanain tugas gue . Mana buku gue?" tanya Ify .
"Nih...." Rio menyerahkan buku Ify .
"Udah yah , gue capek , permisi!!" pamit Ify .
"Fy , apa perlu kamu kakak gendong kekelas kamu ? " tanya Iel .
"nggak usah , Ify punya kaki." jawab Ify lalu meninggalkan ruang OSIS .
"RIIIOOOOOOO............." teriak Iel .
Rio ? Udah kabur ngebawa makanannya .
TBC :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar