Minggu, 01 Januari 2012

My Lovely Bro *Part 1

* * * * * * * * * *

" Sivia....." seseorang berbisik ditelinga Sivia dengan lembut .

Mata Sivia masih asyik terpejam , tubuhnya juga masih terbuai hangatnya selimut .

" Sivia sayang , happy birthday...." lagi-lagi bisikan lembutnya kembali menggetarkan gendang telinga Sivia .

" Happy Birthday ?? Hari ini ultah gue yang ke 19 ?? Yaa ,, yang ke 19 . Tapi siapa yang mau susah payah buat kejutan kayak gini , bahkan sebelum gue buka mata gue ?" batin Sivia .

Begitu Sivia membuka matanya perlahan , ia melihat wajah Dayat yang berjarak kurang daru 20 cm dari wajahnya . Dengan sedikit perasaan ragu , Sivia menyentuk wajahnya untuk meyakinkan bahwa itu adalah Dayat , kekasihnya .

"Happy Birthday...."

"Emh... Thanks...."

Sivia masih bisa merasakan panasnya mukanya saat ini . Sebenarnya , ia malu .

Tiba-tiba wajah Dayat semakin mendekat kearah Sivia . Sangat dekat , hinggak kening Sivia bersentuhan dengan kening Dayat . Matanya menatap tajam kedalam mata Sivia . Dayat semakin dekat , hingga hidung mereka bersentuhan satu sama lain . Sivia hanya bisa menelan ludah .

"I'll give something special to you..."

" something special ??" batin Sivia .

Selagi memikirkan something special dari Dayat , Dayat memejamkan matanya dengan perlahan . Bibirnya bergerak mendekat kearah bibir Sivia .

" My First Kiss !!" batin Sivia .

5 cm lagi ,, 4 ,, 3 ,, 2,5 ......

Sedari lahir , Sivia belum pernah merasakan nikmatnya First Kiss . Saat ini , didepannya adalah Dayat , cowok yang sudah mencuri hatinya dan dia akan memberikan First Kiss diulang tahunnya yang ke-19 .

Spontan saja , Sivia ikut memejamkan kedua matanya . Jantungnya berdegup sangat kencang . Hanya tinggal 1 cm lagi ..

SLURP....SLURP....SLURP....

Sivia memang tak pernah mengetahui atau membayangkan bagaimana rasanya ciuman , tapi yang ia rasakan benar-benar aneh . Bukannya ciuman bibir itu hanya bibir saja yang bersentuhan , tapi kenapa seluruh wajah Sivia terasa basah dan berair ?

SLURP...SLURP...SLURP...

Sivia mencoba membuka matanya sedikit demi sedikit , ingin mengintip apa yang sedang terjadi diluar sana .

"What ?? Kenapa Dayat bisa jadi Bingo ??" Gumam Sivia heran ..

SLURP.....SLURP.....SLURP.....

Ternyata semua itu hanya mimpi !! Tidak ada Dayat . Tidak ada bisikan lembut . Tidak ada senyuman manis . Tidak ada first kiss . Hanya ada Sivia dan Bingo yang sedang sibuk menjilat-jilat muka Sivia .

SLURP...SLURP...SLURP...

"Aaaaaaarrrrgggghhh.......!! Bingoooo ,, turuuuunnn !!!!" pekik Sivia .

Bingo sama sekali tak menghiraukannya . Tangan kanan Sivia menjauhkan Bingo dari mukanya dan tangan kirinya mengelap air liur Bingo dari wajahnya .

GDUBRAK !!

"aduuuuhh....." rintih Sivia .

Ia dan Bingo sama-sama terjungkal kebawah . Tulang punggung Sivia terhantam lantai dengan suara yang cukup keras dan Bingo berada diatas Sivia .

Sivia memperhatikan dengan seksama , ada sesuatu yang cukup janggal pada penampilan Bingo . Tercium wangi aroma apel pada tubuh Bingo . Di telinga kanan dan kirinya ada pita berwarna merah , serta dilehernya tergantung sebuah kalung . Di kalung itu ada tertulis sesuatu .

" Hap-py-birth-day. HAPPY BIRTHDAY!!"

Pasti ini kerjaan seseorang yang ada dirumah ini . Ini pasti ulah salah seorang dari kakak kembarnya .

Sivia mencoba berdiri dan ...

"aooww....." punggung Sivia masih terasa sakit .

Sebetulnya kejadian konyol semacam ini hampir selalu terjadi setiap tahun . Masih segar diingatannya , ketika ulang tahunnya yang ke-17 , mereka membangunkan Sivia pagikpagi dan mengatakan bahwa guru wali kelasnya datang berkunjun untuk memberitahu bahwa ditemukannya kecurangan dalam kertas ujiannya . Tentu semua itu hanya bohong belaka .

Beberapa tahun sebelumnya , mereka mengadakan "sandiwara" pura-pura melupakan hari ulang tahunnya . Bukan hanya itu saja , bahkan Iel menuduhnya merusak laptopnya karena malam sebelumnya Sivia sempat meminjam laptop itu .

Sebelumnya mereka juga pernah memasukkan 3 ekor ikan lele yang berukuran jumbo dan sejumlah belut kedalam bak mandi Sivia . Sivia hanya bisa teriak-teriak histeris .

Meskipun ide kreatif mereka bisa dibilang keterlaluan , tetapi mereka selalu berhasil untuk mencetakan kenangan-kenangan unik di setiap hari ulang tahun Sivia .

* * * * *

" kakak !"

Sudah kesekian kalinya Sivia berteriak memanggil kakak-kakaknya , namun tak ada juga tanda-tanda keberadaan mereka .

" kak Iel , kak Rio , kak Cakka ."

Sivia mencoba mencaro dikamar Iel . Begitu pintunya dibuka , Sivia hanya menemukan perabot dan barang-barang Iel yang tertata rapi . Tempat tidur pun juga sudah diringkas . Tidak ada baju ataupun buku-buku yang berserakan . Iel memang cowok beraliran simple dan anti jorok .

Sivia tidak menemukan siapapun dikamar Iel . Kamar mandi-pun sudah diperiksa . Sivia mencoba mencari dikamar Rio yang letaknya disebelah kamar Iel . Berbeda dengan kamar Iel , kamar Rio super acak-acakan . Banyak barang berserakan dimana-mana . Dinding kamar putih bersih ini ditempeli dengan koleksi poster berukuran A3 , mulai dari pemain basket sampai film kartun . Kadang kamar Rio dibersihkan oleh mama , bude Surti , atau Ify .

Dengan langkah gontao dan setengah putus asa , Sivia berjalan kekamar Cakka . Kamar ini letaknya disebrang kamar Rio .

Cklek !!
Sivia mencoba membuka pintu kamar Cakka . Namun pintu itu terkunci .

Sivia sudah benar-benar kehilangan kesabarannya . Ia tidak tahu harus mencari kakak bertiga (sebutan Sivia bagi sikembar 3) . Ia lelah . Sivia berjalan gontay kearah dapur . Mungkin mereka ada disana .

Sewaktu SMP , mereka pernah memberi Sivia kejutan special breakfast . Waktu itu kakak bertiga bersusah payah mendekorasi ruang makan dengan warna dan pernak-pernih kesukaan Sivia . Cakka juga membuat beberapa masakan yang enak .

"ketemu !"

Sivia berharap menemukan mereka bertiga dalam keadaan yang kacau . Namun lagi-lagi yang diharapkannya gagal . Tidak ada siapa-siapa di dapur . Dapur terlihat bersih dan rapi .

" kakak jahat !" teriak Sivia kesal .

Kali ini ia benar-benar marah dan hendak kembali kekamar untuk melanjutkan mimpinya .

Tinggal 2 meter menuju kamarnya , tiba-tiba Sivia mendengar sesuatu.

Happy Birthday Via ..
Happy Birthday Via ..
Happy Birthday ..
Happy Birthday ..
Happy Birthday ,, Viiiaa ..

Aku melihat kak Iel , kak Rio , dan kak Cakka membawa kue tart besar dengan lilin berangka 1 dan 9 diatasnya . Ada juga mama , papa , Shilla , Ify , Agni , bude Surti , dan juga Bingo .

" Make a wish dulu...." ujar kak Ify .

Sivia menutup matanya dan mengucapkan permohonannya .

"Semoga akan selalu ada kebahagiaan didalam situasi sesulit apapun." batin Sivia .

"tiup lilinya .." ujar kak Cakka .

Sivia menutup lilinnya dan bercanda bersama orang-orang tercintanya .


TBC :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar