*****
I F Y
"ya Allah , ini sekolahan apa istana sih? Gede banget yak!!" ujar Ify kagum. Saat itu Ify sedang berjalan-jalan keliling sekolahan dan sekaligus mencari dimana keberadaan Rio.
"gue nggak nyangka bisa keterima disekolahan sehebat ini. Sekolah yang bertaraf internasional." ujar Ify (lagi)
"maaa , Ify seneng bisa masuk disini. Doain Ify sukses yaaa....." sambungnya .
"katro." sahut seseorang. Ify menghentikan langkah kakinya , lalu celingak-celinguk mencari sumber suara.
"perasaan tadi ada yang ngatain gue katro deh." gumam Ify.
"emang loe katro." sahut orang itu (lagi). Ify mulai emosi .
"WOY ,, SIAPA LOE ? BERANI BANGET NGATAIN GUE KATRO." teriak Ify sambil berkacak pinggang.
"gue." ujar orang itu . Tapi Ify masih tak tau dimana orang itu berada.
"siapa loe? Muncul dong kalau berani. Kalau loe muncul , gue sate loe , terus gue kasih ke anjing tetangga sebelah rumah gue. Ayo keluar. Tunjukin diri loe" tantang Ify .
"galak juga loe." jawab orang itu .
"huaaaa..... Jangan-jangan setan.... Mamaaaa....... Papaaa......." teriak Ify histeris sambil menutup matanya dengan kedua tangannya .
Pletak!!
Sesuatu jatuh diatas kepala Ify.
"gue diatas." Ify lalu mendongak keatas dan menemukan seorang pria hitam manis yang sedang makan Chitato diatas pohon.
"kak...Rio..." lirih Ify.
"Minggir , gue mau loncat." perintah Rio . Namun sebelum melompat , Rio kepleset , dan akhirnya jatuh menimpa Ify .
Mata Rio dan Ify saling beradu . Ada getaran aneh yang dirasakan keduanya . Rio menatap Ify dengan serius , dan Ify pun membalas menatap Rio .
"cantik." batin Rio
"tampan" batin Ify .
Rio kemudian mendekatkan wajahnya kewajah Ify . Ify lalu menutup matanya . Ify merasakan hembusan nafas hangat Rio makin mendekat kearahnya . Daaaaan.......
"meoong..." suara kucing lewat .
Membuat Rio dan Ify tersadar . Rio buru-buru bangun , dan membantu Ify berdiri .
"so..so..sorry..." ujar Rio gugup.
"nggak apa-apa kok , kak." jawab Ify .
"Oya , tadi loe bilang mau nyincang gue terus ngejadikan gue sate lalu loe kasih sama anjing tetangga loe kan?" tanya Rio .
Glek!!
Ify menelan ludahnya . Keringat dingin membasahi tubuhnya .
"So...so..sorry kak. Gue nggak tau kalau itu loe." ujar Ify .
"nama loe siapa?" tanya Rio
"Alyssa Saufika Umari , kak . Tapi cukup panggil aku , Ify." jawab Ify .
"Kakak kak Rio , kan?" tanya Ify
"emmh.... Napa?" tanya balik Rio. Ify kemudian menyodorkan buku dan pen-nya .
"minta tanda tangan kakak dong. Gue dapet nama loe nih." ujar Ify . Rio cengo (?) kemudian tersenyum licik .
"tapi ada syaratnya." ujar Rio .
"apaan?" tanya Ify .
"gue lagi laper nih , loe beliin gue makanan dong . Tapi gue pengen bubur tinutuan , KFC , sama Sushi." ujar Rio seenaknya .
"hah? Bubur tinutuan ? KFC ? Sushi ?" Ify kaget .
"Iya , nih uangnya ." Rio menyerahkan 4 lembar uang seratus ribu .
"gue beri loe waktu 30 menit , kalau dalam 30 menit makanan gue belum ada . Loe gue hukum." ancam Rio .
"tapi kemana gue harus nyari pesanan loe ? Masa gue harus ke Manado sih nyaru bubur loe itu ." protes Ify .
"ya ampuuuunn , loe cari dong warung apa kek yang jualan bubur itu . Cepetan , loe mau gue yang ngehukum apa bu Ira ?" tanya Rio .
"ya udah , gue yang nyari ." ujar Ify lemas .
"nanti kalau satpam nanyain kenapa loe keluar , bilang aja gue yang nyuruh. Gue tunggu loe di ruang Osis." ujar Rio mengacak rambut Ify lalu meninggalkan Ify .
"30 menit dari sekarang." teriak Rio dari jauh .
"naasiiiiibb....... Sumpaaaahh , gue balas loe." batin Ify .
***
S I V I A
"huuaaaaa....... Capeekk......" ujar Sivia lalu duduk disebuah kursi .
"ee , mana juga nih si China blangsak Kak Alvin ." lanjut Sivia sambil mengibas-ngibaskan tangannya .
"ape loe kate ? China Blangsak?" tanya seseorang dari belakang Sivia . Sivia menoleh sebentar kebelakang .
"apaan sih loe ikut nyambung segala." protes Sivia . Ia lalu kembali menatap kedepan .
1 detik .
2 detik .
3 detik .
4 detik .
5 detik .
Sivia kembali menoleh kebelakang . Dan dilihatnya seorang pria bermata sipit , seperti keturunan China , sedang menatapnya dingin dengan tangan kanan memegang rubik dan bersandar dipohon .
"Kesini loe!" perintah Alvin .
"aduuuh , Sivia..... Begoo banget sih loe..." batin Sivia . Ia lalu berjalan sambil menunduk kearah Alvin .
"kenapa , kak?" tanya Sivia dengan tampang polos .
"loe tadi ngatain gue apa?" tanya Alvin .
"ng...ng....kak Alvin ganteng , cakep , baik deh." rayu Sivia .
"gak usah ngerayu , loe mau minta tanda tangan gue kan?" tanya Alvin . Sivia mengangguk .
"syaratnya....."
"apa?" tanya Sivia .
"loe liat kan pohon besar ini?" tanya Alvin sambil menunjuk pohon tempat tadi ia bersandar .
"ia , terus kenapa?" jawab dan tanya Sivia .
"gue mau , loe tembak pohon ini . Loe rayu dia seperti loe rayu cowok . Buat dia nerima cinta loe , oke ? Sekarang gue pengen tidur . Jangan berhenti sampai dia nerima loe dan gue suruh berenti." ujar Alvin lalu merebahkan dirinya diatas rerumputan . Buku Sivia ia jadikan penutup matanya dari sinar matahari .
"apa ? What ? Ajegilee.... Nembak ? Pohon ? Ngerayu ?" Sivia mangap . Lalu menatap pohon .
"gue ? Nembak ini pohon ? Dan harus keterima? Aaarrggg......" ujar Sivia sambil memukul pohon itu dengan tangannya .
Sedangkan Alvin hanya tersenyum licik dibalik buku yang menutup wajahnya .
***
A G N I
"Eh , loe kak Cakka kan ?" ujar Agni sambil menepuk pundak seorang cowok yang sedang merayu seorang cewek .
"Cak , ada yang manggil tuh." ujar cewek itu sambil menunjuk kebelakang Cakka .
"ya udah , nanti ketemu lagi ya sayang , miss u." ucap Cakka . Cewek itu tersenyum manis pada Cakka lalu meninggalkan Cakka .
"kak Cakka......" panggil Agni .
Cakka kemudian menghadap kebelakang dengan tampang malas , kemudian menatap Agni dari bawah sampai atas .
"Loe cewek apa cowok sih? Kalo cewek , kok kayak cowok ? Tapi kalau cowok , kok pake rok?" tanya Cakka bloon .
Pletak!!
Agni menjitak Cakka dengan buku yang di pegangnya .
"eh , anak baru kurang ajar banget sih." omel Cakka sambil memegang kepalanya yang sakit akibat jitakan Agni .
"Cepet tanda tangan." perintah Agni kasar .
"Eits , tunggu dulu . Gue mau nanya nih . Loe cewek apa cowok sih?" tanya Cakka (lagi) . Agni sudah kesal , ia lalu menginjak kaki Cakka kuat-kuat .
"aduuuuuhh......" ringis Cakka .
"loe apa-apaan sih ? Anak baru galak banget." gerutu Cakka .
"gue jawab ya pertanyaan loe , GUE INI CEWEK TULEN !!" teriak Agni tepat ditelinga Cakka .
"Ya Allah , cewek kok kayak cowok." ujar Cakka .
"udah deh , nggak usah nanya macem-macem . Cepet tanda tangan!!"
"pake syarat tau , nggak segampang itu."
"apaan syaratnya ? Buruan !!" bentak Agni .
"sabar neng ." protes Cakka .
"buruan!!" bentak Agni (lagi) .
"loe temenin gue mancing . Kita lomba , kalau gue banyak dapat ikan dibanding loe , loe harus ngikutin semua perintah gue . Tapi kalau banyakan loe , gue bakalan tanda tangan." ujar Cakka . Agni tampak berfikir sebentar lalu mengangguk setuju .
"oke , gue pasti menang." ujar Agni mantap .
"bagus!!" cakka menarik tangan Agni menuju danau dibelakang sekolahan .
***
S H I L L A
Ku suka dirinya ..
Mungkin aku sayang ..
Namun apakah mungkin ..
Kau menjadi milikku ..
Kau pernah menjadi ..
Menjadi miliknya ..
"lanjutannya apa yak?? Lupaaa" gumam Shilla sambil berjalan . Matanya terus menunduk hingga ia tertubruk orang yang ada didepannya ..
Bruk!!
"Aw...." rintih Shilla .
"loe kalau jalan pake ma......ta......" ucap cowok yang ditubruk Shilla .
"ma...ma..maaf kak." ucap Shilla menunduk .
"oke , nggak apa-apa .. Siapa nama loe?? Anak kelas X ya??" tanya cowok itu .
"nama aku Ashilla Zahrantiara , panggil aja Shilla , kak." jawab Shilla sambil menunduk .
Cowok itu menatap Shilla lalu melihat buku yang dipegang Shilla .
"Loe mau nyari tanda tangan siapa?" tanya cowok itu .
"kak Gabriel." jawab Shilla . Masih dalam keadaan menunduk .
"Oo , Gabriel toh .."
"loh ? Bukannya Gabriel itu gue yak??" tunjuk orang itu padaa dirinya sendiri . Shilla mendongak menatap cowok yang ada didepannya dan matanya terhenti pada baju yang dikenakan cowok itu . Baju yang didada kanannya tertera nama 'Gabriel Stevent Damanik' .
"kak Gabriel , boleh minta tanda tangannya ??" tanya Shilla pelan .
"boleh kok." jawab Gabriel.
"tapi , lanjutin dulu ini." lanjut Gabriel sambil memberi rubik pada Shilla .
"rubik?" Shilla heran .
"Ia , lanjutin ya. Gue mau OnLend dulu." ujar Gabriel lalu mengambil laptop yang ada ditasnya dan memulai aksi OLnya .
"gimana caranya nih ? Gue nggak tau. Tapi coba aja deh." batin Shilla lalu ia mulai mengotak-atik Rubik yang ada ditangannya .
TBC :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar