Minggu, 01 Januari 2012

My Lovely Bro *Part 3

»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»

” Viqa , 5 menit lagi kakak sampai di depan ATM . Kamu udah disana , kan ?” Tanya Rio dari sebrang telpon .

” What ? Kakak udah hampir nyampe ?” Kaget Sivia .

” Iya , kenapa ?”

” Kak Ify mana ?”

” Ify tadi jalan sama Shilla , tunggu kakak ya , bentar lagi sampe .” ucap Rio .

” Oke deh .” Sivia mencoba membuat nada suara yang terdengar wajar , padahal ...........

” Dayat , kak Rio udah mau jemput . Gimana nih ?”

” Via , tenang ya sayang . Aku anter kamu sekarang !”

” Tapi nanti kak Rio bisa tau kalau ........ ”

” Kamu tenang dulu ya sayang ,” dayat mencoba menenangkan Sivia .

” Aku anter kamu sampe gerbang luar , terus kamu jalan sendiri sampe ATM . Kan nggak terlalu jauh , jadi kamu pasti udah ada di ATM begitu kak Rio udah jemput . Gimana ?” Usul Dayat .

” Oke , langsung aja sekarang . Ayoo !” Sivia menarik tangan Dayat .

»»»»»

” Capek banget !” Gumam Agni . Sekarang ia dan Cakka berada di mobil Cakka .

” Capek ya sayang ?” Tanya Cakka . Agni mengangguk .

” Ternyata singa bisa capek juga ” ujar Cakka pelan , namun masih bisa di dengar oleh Agni . Agni langsung menjewer telinga Cakka .

” Huuaaa , ampuunnn , ampuuunn Ag......”

” Apaan tadi loe bilang ?”

” Nggak , nggak apa-apaa . Aduuuuhh , sakit ..” Ujar Cakka . Agni pun melepaskan jewerannya .

” Telinga loe tajam banget yaa , Ag ?” Ujar Cakka sambil mengelus-elus telinganya .

” Sekarang mau kemana ?” Tanya Cakka .

” Pulang aja deh , gue capek ! Gue pengen tidur siang .” Jawab Agni lesu .

” Ya udah , aku anter kamu pulang sekarang ya !” Ujar Cakka sambil menghidupkan mobilnya .

Agni mengangguk dan merebahkan dirinya dibahu Cakka .

»»»»»

” Vin , kagak bosan loe dihukum mulu ?” Tanya Deva , sahabat Alvin .

” Hah ? Apaan ?” Tanya Alvin .

” Loe nggak capek dihukum mulu ?” Tanya Deva lagi dengan suara yang agak keras .

” Oh , capek sih . Tapi mau gimana lagi , tuh guru* pada kejam banget , baru nyontek dikit udah dihukum .”

” Bego ! Ya jelaslah dihukum !” Alvin hanya nyengir .

” Vin , ini udah yang ketiga kalinya dalam 2 hari kita bolos --'” ujar Deva .

” Bodo' . Gue nggak suka pelajaran sejarah ! Itu noh , pak Dave , bikin gue merinding sendiri .” Gidik Alvin .

” Alvin , Deva !” Seseorang memanggil Alvin dan Deva . Alvin dan Deva pun menoleh kebelakang .

” Kak Iel . Ngapain kesini bro ?” Tanya Alvin .

” Gue punya tantangan nih sama loe Vin , Dev !” Ujar Iel dengan senyuman mautnya .

” Apaan ?” Semangat Deva .

” Gini ........... ” Mereka pun berbisik bertiga .

” Gilaa , cantik kagak ?” Tanya Alvin .

” Nggak bakalan nyesel deh lo , di jamin . Sanggup ? Itu pun kalo lo bisa menang .” Ujar Iel .

” Oke , kita deal !” Ujar Alvin dan Deva .

” Okedeh , gue pulang dulu . Sampai jumpa ntar sore ! Gue , Rio , sama Cakka nunggu ditempat biasa .” Ujar Iel . Alvin dan Deva hanya mengangkat jempolnya .

»»»»»

” Fy , ntar malem lo mau pake baju apa ke acara ultah Sivia ?” Tanya Shilla pada Ify . Sekarang mereka sedang berada di salon .

” Gue pake gaun yang dikasih sama Rio . Kalo lo ?” Tanya Ify .

” Gue pake gaun hadiah dari Iel .” Jawab Shilla .

” Kayaknya sih ultah Sivia kali ini meriah banget deh .” Ujar Ify .

” Bener banget , gue duga juga kayak gitu . Sivia beruntung banget ya , punya kakak-kakak ganteng .” Ujar Shilla .

” Hehe , iya Shill . Untung banget kita bisa dapetin mereka .”

” Agni mana ya ? Nggak keliatan deh beberapa hari ini .”

” Agni sibuk sama Cakka , biasalah , asisten dosen .”

” Hhmm , yaudah deh . Yang penting malam ini kita happy”

»»»»»

” Vi , ngapain loe ketawa-ketiwi sendiri kayak gitu ?” Tanya Rio dengan penuh selidik .

” Ngg , nggak kok . Nggak ada apa-apa ”

” Nggak ada apa-apa kok tingkah loe aneh ? Terus , loe pegang apaan tu ? ” Tanya Rio

” Ngg , nggak . Ini kado dari temen-temen ” bohong Sivia sambil menunjuk kalung perak dengan bunga liontin yang menggantung dilehernya .

” Sorry kak , terpaksa gue bohong sama loe . Ini kado dari Dayat ” batin Sivia .

Hari ini benar-benar hari istimewa bagi Sivia . Ia dan Dayat memilih untuk merayakan ultahnya di D'Creamo Cafe , kafe es krim yang berjarak sekitar 2 km dari kampus mereka .

Di sana jualah , Dayat memberikan kejutan berupa ciuman lembut di kening dan kalung perak dengan liontin bunga salju . Yang paling membuat Sivia terkesan adalah , Dayat meminjam gitar dari pemilik kafe dan menyanyikan sebuah lagu karangannya . Lagu yang khusus ia buat hanya untuk Sivia .

»»»»»

” Happy Birthday , Sivia ”

” Mama !! Papa !!” Sivia berteriak kegirangan .

Memang , orang tua Iel , Rio , Cakka , dan Sivia berada di Paris .

” Tahun ini , Sivia banyak dapat kejutan dari kak Iel , kak Rio , kak Cakka , temen-temen , terus dari mama papa juga ” sivia sangat terlihat senang .

” Kedatangan mama papa memang sengaja dirahasiakan dari kamu , tapi hadiahnya bukan itu sayang ” ujar Angel , mama mereka .

” Hah ? Masih ada kejutan lain ?” Tanya Sivia . Mereka semua hanya mengangguk .

” Sekarang loe masuk kamar aja gih , ganti baju terus makan .” Ujar Rio .

Sivia langsung naik kelantai 2 , dan masuk kedalam kamarnya . Begitu membuka pintu kamarnya .....

” Wow !!” Hanya itu yang bisa Sivia katakan saat melihat sebuah gaun terbentang hampir memenuhi setengah ranjangnya . Pasti ini kejutannya .....

Sivia segera mencoba gaun itu . Benar saja , gaun itu benar-benar indah , memberikan kesan anggun dan menawan bagi si pemakai . Tidak terlalu banyak detail pada gaun berwarna dasar hitam itu . Hiasan pita di bagian depannya , membuat gaun simple itu terlihat lebih manis .

Sambil tetap mengenakan gaun itu , Sivia segera berlari keluar kamar .

” Mama , papa , kakak . Thanks kejutannya !”

” Kejutan ?” Nada suara mereka menunjukkan sedikit keterkejutan .

” Gaunnya bagus banget ”

” Kita masih punya kejutan sayang ” ujar kak Cakka .

” Hah ? Lagi ?”

»»»»»

” Via , sini dong !”

Samar-samar , karena baru bangun tidur siang , Sivia mendengar suara Iel . Suara itu berasal dari kebun belakang . Sivia segera membuka jendela kamarnya yang memang dapat langsung melihat pemandangan kebun belakang rumah .

” Wow !!”

” Sayang , ini kejutannya .” Ujar Rio

Dengan langkah yang tidak sabar , Sivia segera keluar dari kamar , menuruni anak tangga , dan lari menuju taman belakang .

Ada kue tar ulang tahun 3 tingkat , dengan hiasan boneka anak perempuan paling atas . Ada peralatan barbeque . Belum lagi dengan hiasan bunga tulip kuning .

” Kita udah undang semua temen-temen kamu dan sodara yang lainnya ” ucap Iel di angguki Cakka dan Rio .

” What ? Undangan ?”

” Yup ! Kurang dari 1 jam lagi , akan diadakan pesta ulang tahun buat kamu . Sebaiknya kamu cepat mandi dan siap-siap .” Saran Cakka .

” Apa ?”

” Pake gaun baru yaa !” Teriak mama .


TBC :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar